Jakarta – Universitas Darunnajah menyelenggarakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) pemadanan data dosen bersama Direktorat Sumber Daya, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI). Acara penting ini berlangsung di kampus Universitas Darunnajah pada Jumat, 20 Desember 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan validitas dan keakuratan data dosen, sejalan dengan program pemutakhiran data yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).
Kegiatan monev ini melibatkan beberapa tokoh penting, baik dari LLDIKTI maupun Universitas Darunnajah. Dari pihak LLDIKTI, hadir Direktorat Sumber Daya, Bunyamin Sahid, Fauzan Ismara Amri, dan Andi Moh Ridho Pettalolo yang memberikan arahan dan pendampingan teknis selama kegiatan berlangsung. Sementara itu, dari Universitas Darunnajah, turut hadir Wakil Rektor II, Samiyono; Kepala Administrasi Akademik, Mutmainah; Kepala Biro SDM, Achmad Farouq Abdullah; serta Muhammad Hasan dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III.

Dalam sambutannya, Bunyamin Sahid menyampaikan pentingnya pemadanan data dosen sebagai langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Indonesia. Ia juga mengapresiasi Universitas Darunnajah atas keseriusannya dalam menyambut program ini. “Pemadanan data dosen bukan hanya tentang validasi, tetapi juga upaya kita bersama untuk memastikan integritas sistem pendidikan tinggi yang lebih baik,” ujarnya.
Kegiatan ini berlangsung secara produktif, mencakup diskusi intensif mengenai kendala teknis yang dihadapi perguruan tinggi dalam proses pemutakhiran data. Selain itu, tim LLDIKTI juga memberikan solusi dan rekomendasi untuk memperbaiki pengelolaan data dosen secara berkelanjutan. Dengan pendekatan kolaboratif ini, diharapkan Universitas Darunnajah dapat mengoptimalkan sistem data dosen yang lebih akurat dan transparan.
Melalui monev ini, Universitas Darunnajah berharap dapat terus berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. “Kami percaya kegiatan ini akan membawa dampak positif bagi kemajuan Universitas Darunnajah, baik dari sisi administrasi maupun kualitas sumber daya manusia,” tutur Samiyono. Semoga langkah ini menjadi awal yang baik untuk membangun universitas yang unggul dan berdaya saing.




