Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Darunnajah turut berpartisipasi dalam In-House Training (IHT) Dosen dan Pengelola Universitas Darunnajah yang diselenggarakan pada Selasa, 21 Juli 2026, di Aula Ibnu Rusyd, Universitas Darunnajah. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kapasitas dosen, menyelaraskan arah pengembangan universitas, serta membangun sistem pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dengan tetap berlandaskan nilai-nilai pendidikan Islam dan tradisi kepesantrenan.

Sesi pertama diawali dengan penyampaian materi oleh Assoc. Prof. Dr. K.H. Sofwan Manaf, M.Si. yang mengulas sejarah panjang perjalanan Darunnajah hingga berdirinya Universitas Darunnajah. Beliau menjelaskan bahwa perjalanan tersebut berawal dari visi besar pendiri Darunnajah, K.H. Abdul Manaf Mukhayyar, yang memiliki cita-cita menghadirkan lembaga pendidikan Islam yang memadukan keunggulan ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, serta semangat dakwah dan pengabdian kepada umat.
Dalam pemaparannya, K.H. Sofwan Manaf juga menceritakan salah satu peristiwa penting yang menjadi titik balik perkembangan Darunnajah, yakni pertemuan K.H. Abdul Manaf Mukhayyar dengan K.H. Mahrus Amin. Melalui pertemuan tersebut, K.H. Abdul Manaf Mukhayyar memperoleh arahan dan dorongan untuk memperdalam sistem pendidikan pesantren modern, yang kemudian membawanya mengenal Pondok Modern Gontor pada tahun 1959. Pengalaman tersebut menjadi inspirasi dalam membangun sistem pendidikan Darunnajah yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, kepemimpinan, kedisiplinan, kemandirian, dan semangat wakaf, yang hingga kini tetap menjadi identitas Universitas Darunnajah.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Dr. (Cand.) K.H. Hadiyanto Arief, S.H., M.Bs., Presiden Universitas Darunnajah, dengan tema “Mengajar di Zaman Ketika Mesin Bersedia Berpikir untuk Kita.” Dalam paparannya, beliau mengajak seluruh dosen untuk memandang perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, bukan sebagai pengganti proses berpikir mahasiswa. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari produk akademik yang dihasilkan, tetapi terutama dari proses berpikir kritis, refleksi, dan kemampuan mahasiswa membangun pengetahuan secara mandiri.
Presiden Universitas juga memperkenalkan konsep Oxbridge sebagai model pendidikan yang menitikberatkan pada tutorial intensif, dialog ilmiah, pembimbingan personal, dan asesmen berbasis proses. Beliau menjelaskan bahwa pendekatan tersebut memiliki kesamaan filosofi dengan tradisi pedagogi pesantren seperti sorogan, musyawarah, bahtsul masail, tahfizh, dan amaliyah tadris, sehingga Universitas Darunnajah memiliki modal yang kuat untuk menghadirkan sistem pembelajaran unggul yang memadukan khazanah pendidikan Islam dengan sains pembelajaran modern.

Pada sesi berikutnya, Assoc. Prof. Dr. Much. Hasan Darojat, selaku Rektor Universitas Darunnajah, menyampaikan arahan strategis mengenai restrukturisasi organisasi fakultas sebagai bagian dari penguatan tata kelola universitas. Beliau menegaskan bahwa penataan struktur organisasi merupakan langkah penting dalam meningkatkan efektivitas koordinasi, memperjelas fungsi setiap unit akademik, serta memperkuat sinergi antarfakultas agar pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat berjalan lebih optimal dan selaras dengan visi pengembangan Universitas Darunnajah.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Anas Fauzi, M.Pd. dari Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Darunnajah menyampaikan sosialisasi mengenai Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Struktur Pengelola Tahun Akademik 2026/2027. Materi tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada seluruh pengelola akademik mengenai pembagian tugas, tanggung jawab, serta mekanisme koordinasi dalam struktur organisasi yang baru, sehingga tata kelola universitas dapat berjalan secara efektif, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.
Keikutsertaan Fakultas Agama Islam dalam In-House Training ini menjadi wujud komitmen fakultas dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi yang inovatif dan berkelanjutan. Melalui penguatan kompetensi dosen, pembaruan tata kelola kelembagaan, serta pengembangan model pembelajaran yang memadukan nilai-nilai kepesantrenan dengan kemajuan teknologi, FAI Universitas Darunnajah optimistis mampu mencetak lulusan yang berintegritas, adaptif, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta kemajuan pendidikan Islam di tingkat nasional maupun internasional.




