Jakarta – Sebanyak tujuh mahasiswa program doktoral (S3) hasil kerja sama internasional antara Universitas Darunnajah (UDN) dan Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) secara resmi diberangkatkan ke Malaysia pada Senin, 14 April 2025. Mereka akan memulai perkuliahan tahap pertama di kampus USIM sebagai bagian dari program kolaborasi akademik antarnegara.
Para peserta yang diberangkatkan berasal dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Jakarta dan Riau. Mereka terdiri dari dua mahasiswa UDN dan lima lainnya dari pesantren-pesantren ternama di Indonesia.
Selain itu, ketujuh mahasiswa dan mahasiswi tersebut mengambil program studi dakwah dan pengurusan Islam, yang berfokus pada manajemen pesantren.

Ketujuh mahasiswa tersebut adalah Ali Muhlisin, Nurdiyanto Khusnia Hadi, Muhamad Towil Akhirudin, Kuni Khairun Nisak, Muhammad Yusuf, Fajar Suryono, dan Hakim As Shidqi. Keberangkatan mereka menjadi tonggak awal implementasi program pascasarjana kolaboratif yang telah disepakati antara UDN dan USIM.
Program kerja sama ini tidak hanya memperluas akses pendidikan tinggi internasional bagi para santri dan akademisi Indonesia, namun juga memperkuat hubungan strategis antar kedua institusi. Dengan integrasi keilmuan yang ditawarkan oleh kedua universitas, diharapkan mampu mencetak pemimpin-pemimpin berdaya saing global.
Selain gelombang pertama yang berangkat pada April 2025 ini, pendaftaran untuk program kerja sama S3 internasional gelombang kedua akan dibuka pada bulan September 2025. Program ini terbuka bagi lulusan magister dari berbagai latar belakang yang ingin mengembangkan kapasitas akademik dan penelitian mereka.
Universitas Darunnajah terus berkomitmen menghadirkan inovasi dan kesempatan pendidikan tinggi yang unggul bagi bangsa Indonesia. Semoga keberangkatan para mahasiswa ini membawa keberkahan dan kontribusi nyata bagi kemajuan UDN dan pendidikan Islam di kancah global.




