“Teknologi Makin Canggih, Tapi Kok Etika Makin Hilang? Ini Tantangan Buat Kita!”

“Teknologi Makin Canggih, Tapi Kok Etika Makin Hilang? Ini Tantangan Buat Kita!”
“Teknologi Makin Canggih, Tapi Kok Etika Makin Hilang? Ini Tantangan Buat Kita!”

Di era digital sekarang, teknologi berkembang super cepat. AI bisa bikin gambar, tulis artikel, bahkan ngobrol seperti manusia. Tapi sayangnya, semakin canggih alatnya, semakin kabur nilai etikanya. Banyak remaja yang terbiasa posting sembarangan, menyebar hoaks, atau meniru tren tanpa mikir dampaknya.

Pertanyaannya: kenapa kita bisa tertinggal secara etika di tengah kecanggihan ini?

Menurut ulama besar Syekh Abdurrahman As-Sa’di, ilmu dan kemajuan tanpa akhlak adalah bencana. Dalam tafsirnya, beliau menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai agama dalam segala aspek kehidupan, termasuk saat memanfaatkan teknologi.

Al-Qur’an sudah memperingatkan kita sejak dulu:

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.”
(QS. Al-Isra’: 36)

Ayat ini menegaskan bahwa kita bertanggung jawab atas apa yang kita lihat, dengar, dan bagikan, termasuk di media sosial.

Rasulullah SAW juga bersabda:

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Ini pengingat keras buat kita yang gampang komentar, repost, atau ikut-ikutan tanpa mikir.

Jadi, meskipun teknologi makin hebat, kita tetap harus menjaga etika, adab, dan akhlak. Jangan cuma jadi pengguna yang canggih, tapi juga jadi manusia yang bijak dan bertanggung jawab.

Karena percuma gadget pintar kalau kita yang memegangnya lupa jadi manusia.

Add Universitas Darunnajah as a preferred source on Google.