Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, keberadaan universitas Islam seperti Universitas Darunnajah (UDN) memiliki peran yang lebih besar dari sekadar mencetak lulusan yang siap kerja. Sebagaimana tercermin dalam mars Universitas berbasis pesantren wakaf ini, yang menegaskan “Membangun peradaban Islam,” universitas pada umumnya dan Universitas Islam terkhusus seharusnya menjadi wadah yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga mengarahkan setiap mahasiswa untuk berperan aktif dalam membangun peradaban yang lebih baik, berdasarkan nilai-nilai Islam yang universal.
Namun, apa sesungguhnya yang dimaksud dengan “membangun peradaban Islam” dalam konteks pendidikan tinggi saat ini? Dan bagaimana universitas Islam dapat berkontribusi dalam menciptakan dunia yang lebih adil dan berkeadaban?
Di tengah arus globalisasi yang kian menguat, universitas Islam tidak bisa hanya fokus pada pendidikan yang bersifat teknis dan ilmiah tanpa memperhatikan konteks moral dan sosial yang menyertainya. Pendidikan Islam, seharusnya lebih dari sekadar transfer ilmu pengetahuan. Ia harus mampu mencetak individu yang tidak hanya menguasai teori-teori ilmiah, tetapi juga memiliki kepribadian yang baik, beretika, dan bertanggung jawab terhadap masyarakat.
Pendidikan di universitas Islam seperti UDN menegaskan bahwa pendidikan di perguruan tinggi harus mengandung kecintaan dan keikhlasan sebagaimana mana dalam lirik sebuah mars “Cinta ikhlasmu tercurah pada kami… Jadikan kami insan mulia.”Pesan ini bukan hanya tentang mengasah keterampilan akademis, tetapi juga membangun karakter yang mulia, berbasis pada prinsip-prinsip Islam. Proses ini memerlukan lebih dari sekadar pengajaran materi; ia membutuhkan penghayatan dalam kehidupan sehari-hari yang mencerminkan nilai-nilai tersebut.
Namun, tantangan terbesar adalah bagaimana menyeimbangkan antara dunia akademis dan dunia moral. Di satu sisi, kita hidup dalam dunia yang mengutamakan rasionalitas dan materialisme. Di sisi lain, pendidikan Islam menekankan pada pentingnya akhlak, kejujuran, dan tanggung jawab sosial. Bagaimana keduanya bisa saling melengkapi dan bukan saling bertentangan? Inilah tantangan yang harus dijawab oleh universitas Islam di zaman ini.
Lirik mars UDN mengingatkan kita bahwa pendidikan adalah sesuatu yang abadi. “Ilmu nan abadi” yang dimaksud bukan hanya ilmu yang berguna dalam kehidupan dunia, tetapi juga ilmu yang memberikan manfaat di akhirat. Pendidikan Islam, dengan demikian, seharusnya tidak hanya tentang menguasai pengetahuan di kelas, tetapi juga tentang bagaimana ilmu tersebut diaplikasikan untuk kehidupan yang lebih baik, baik bagi diri sendiri maupun bagi masyarakat.
Ini berarti, pendidikan Islam di universitas seperti UDN harus mampu menghasilkan individu yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli dengan lingkungan sekitar. Mereka harus mampu memanfaatkan ilmu yang mereka peroleh untuk menyelesaikan masalah sosial yang ada di masyarakat, seperti ketidakadilan, kemiskinan, dan ketimpangan sosial. Ilmu yang abadi adalah ilmu yang digunakan untuk membawa perubahan positif bagi umat manusia.
Sebagai universitas Islam, UDN menegaskan bahwa ilmu harus terintegrasi dengan akhlak dan karakter yang kuat. Di dunia yang semakin terfragmentasi ini, banyak orang yang cenderung mengutamakan keberhasilan materi atau pengakuan sosial, sementara nilai-nilai moral sering kali terabaikan. Pendidikan Islam mengajarkan bahwa ilmu harus digunakan untuk kemaslahatan umat, dan akhlak yang baik adalah landasan dari segala tindakan.
Di sinilah letak peran penting universitas Islam. Mereka tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga membekali mahasiswanya dengan pemahaman mendalam tentang bagaimana menggunakan ilmu untuk kebaikan. Di UDN, ini diimplikasikan dengan mengutamakan “kehidupan islami” sebagai bagian dari proses pendidikan. Pendidikan Islam yang benar adalah pendidikan yang membentuk karakter, bukan hanya otak. Hal ini tercermin dalam filosofi yang ditanamkan di UDN: pendidikan adalah jalan untuk menjadi insan mulia, yang tidak hanya cerdas, tetapi juga penuh kasih sayang, adil, dan penuh integritas.
Di era globalisasi, dunia pendidikan mengalami perubahan besar. Banyak nilai-nilai tradisional yang mulai terpinggirkan oleh ideologi sekuler dan kapitalis. Di tengah perkembangan pesat ini, universitas Islam harus bisa menunjukkan bahwa mereka bukan hanya relevan dalam aspek spiritual, tetapi juga mampu menghadapi tantangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin maju. Pendidikan Islam, dengan segala keunggulannya, seharusnya bisa menjadi alternatif yang memadukan kedalaman ilmu dengan moralitas yang tinggi.
Universitas seperti UDN tidak hanya berperan dalam mencetak profesional di bidang tertentu, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga peradaban Islam tetap hidup di tengah arus perubahan zaman. Melalui pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai Islam, universitas Islam harus menjadi agen perubahan yang membawa masyarakat menuju kesejahteraan yang berkelanjutan, baik dari sisi spiritual maupun material.
Pendidikan di universitas Islam seharusnya menjadi lebih dari sekadar pencapaian akademik. Ia adalah proses panjang yang membentuk karakter dan mengajarkan nilai-nilai yang bisa membawa perubahan positif bagi dunia. Mars Universitas Darunnajah dengan tegas mengingatkan kita bahwa pendidikan adalah alat untuk membangun peradaban yang lebih baik. Dalam dunia yang semakin kompleks ini, pendidikan Islam harus mampu menjawab tantangan zaman dengan menyediakan ilmu yang tidak hanya berguna untuk dunia, tetapi juga untuk akhirat. Dengan menggabungkan ilmu pengetahuan yang modern dengan nilai-nilai Islam, universitas Islam seperti UDN memiliki peran strategis dalam membentuk masa depan yang lebih baik, lebih beradab, dan lebih penuh kasih sayang.
baca juga: https://nasional.sindonews.com/read/1580821/18/menyoal-tujuan-universitas-kita-1750064806

