Jakarta, 5 Juni 2026 — Universitas Darunnajah akan bekerja sama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyelenggarakan The 4th International Conference on Pesantren (ICOP) 2026, sebuah forum akademik internasional yang mempertemukan para pemangku kebijakan, akademisi, praktisi, serta pemerhati pendidikan Islam dan wakaf dari berbagai negara. Kegiatan ini berlangsung di Kampus Universitas Darunnajah, Jakarta, dan dirangkaikan dengan agenda Penyerahan Sertifikat Wakaf sebagai bagian dari upaya penguatan legalitas aset wakaf untuk kepentingan pendidikan dan kemaslahatan umat.
Mengusung tema besar “The Impact Mission: Unleashing the Power of Endowment & Waqf Funds for Islamic Education, Business, and Science & Technology”, konferensi ini menjadi wadah strategis untuk membahas berbagai isu kontemporer terkait pengelolaan pesantren, tata kelola wakaf, pengembangan endowment pendidikan, serta inovasi keuangan syariah yang berkelanjutan. Forum ini juga memperkuat peran pesantren sebagai institusi pendidikan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi keilmuan Islam.
ICOP 2026 akan menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan internasional, di antaranya Nusron Wahid, Nasaruddin Umar, serta Teddy Indra Wijaya. Turut hadir pula Rektor Sofwan Manaf dan para pakar wakaf internasional dari Uni Emirat Arab, Malaysia, serta Nigeria yang berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam pengelolaan wakaf dan pengembangan pendidikan Islam di tingkat global.
Dalam konferensi ini, para peserta mendiskusikan berbagai topik strategis, mulai dari tata kelola wakaf dan endowment pendidikan, transformasi digital dan pemanfaatan fintech dalam pengelolaan wakaf, pengukuran dampak sosial-ekonomi dana wakaf, hingga harmonisasi regulasi wakaf lintas negara. Selain itu, pembahasan juga mencakup penguatan akuntabilitas, transparansi, dan audit syariah guna meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga pengelola wakaf.
Sebagai bagian dari komitmennya dalam mendorong pengembangan riset dan kajian akademik, ICOP 2026 juga membuka program Call for Paper bagi para peneliti, dosen, mahasiswa, dan akademisi dari berbagai disiplin ilmu. Melalui kegiatan ini, Universitas Darunnajah berharap dapat memperluas kontribusi akademik dalam merumuskan solusi inovatif bagi penguatan ekosistem wakaf dan pendidikan Islam di era global.
Penyelenggaraan ICOP 2026 mendapat dukungan dari berbagai institusi dan mitra strategis, termasuk sektor perbankan syariah, industri, serta perguruan tinggi nasional dan internasional. Kolaborasi tersebut menjadi bukti nyata pentingnya sinergi lintas sektor dalam membangun sistem pendidikan Islam yang unggul, berdaya saing global, dan memberikan dampak sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Melalui penyelenggaraan ICOP yang berkelanjutan, Universitas Darunnajah terus meneguhkan perannya sebagai pusat pengembangan keilmuan berbasis pesantren yang mampu menjembatani khazanah keislaman klasik dengan tantangan dan kebutuhan masyarakat modern. Forum ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi internasional yang melahirkan gagasan, penelitian, dan kebijakan yang berkontribusi pada kemajuan pendidikan Islam dan pengelolaan wakaf di masa depan.

