Di era globalisasi yang semakin pesat, generasi muda Muslim dihadapkan pada berbagai tantangan yang tidak mudah. Arus budaya asing, kemajuan teknologi, serta dominasi media sosial kerap menjadi ujian tersendiri bagi para remaja dalam mempertahankan identitas dan nilai-nilai keislaman mereka. Dalam situasi inilah peran lembaga pendidikan Islam seperti pondok pesantren menjadi sangat strategis dalam membentengi dan membekali generasi penerus bangsa.
Merespons tantangan tersebut, Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta mengambil langkah nyata dengan menyelenggarakan sebuah kegiatan yang sarat manfaat, yaitu Seminar Halal Lifestyle bertajuk “Menjadi Remaja Kekinian yang Tetap Menjaga Syariat Islam”. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 13 Mei 2026, dan diikuti oleh santri kelas 4 dan 5 Tarbiyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (TMI) Darunnajah.
Seminar ini menghadirkan sosok yang sangat istimewa, baik dari sisi keilmuan maupun kedekatan historis dengan Darunnajah. Beliau adalah Ibu Nur Fajriah Siregar, seorang Analis Kebijakan Ahli Madya pada Direktorat Pengawasan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Republik Indonesia (BPJPH RI). Jabatan tersebut menempatkan beliau sebagai salah satu figur penting dalam ekosistem jaminan produk halal di Indonesia, sebuah bidang yang kini semakin relevan di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup halal.
Halal Bukan Sekadar Soal Makanan
Dalam pemaparannya yang lugas dan penuh semangat, Ibu Nur Fajriah menekankan bahwa konsep halal memiliki cakupan yang jauh lebih luas daripada yang selama ini dipahami oleh kebanyakan orang. Halal bukan hanya tentang makanan dan minuman yang dikonsumsi, melainkan mencakup keseluruhan gaya hidup seorang Muslim—mulai dari produk yang digunakan sehari-hari, pakaian yang dikenakan, konten digital yang dikonsumsi dan disebarluaskan, hingga cara berinteraksi dengan orang lain di dunia nyata maupun dunia maya.
Beliau juga menjelaskan peran strategis BPJPH RI sebagai lembaga yang bertanggung jawab memastikan produk-produk yang beredar di Indonesia telah memenuhi standar halal yang ditetapkan. Ibu Nur Fajriah mengajak para santri untuk tidak bersikap sebagai konsumen yang pasif, melainkan menjadi generasi yang aktif, kritis, dan turut berperan dalam mendorong ekosistem halal di Indonesia.
“Menjadi remaja yang kekinian bukan berarti meninggalkan syariat. Justru dengan memahami halal dan haram, kita menjadi generasi yang cerdas, sehat, dan penuh keberkahan dalam setiap langkah kehidupan.”
— Nur Fajriah Siregar, Analis Kebijakan Ahli Madya BPJPH RI
Sepanjang jalannya seminar, suasana terasa hidup dan penuh antusias. Para santri kelas 4 dan 5 TMI Darunnajah mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh perhatian dan keseriusan. Sesi tanya jawab menjadi momen yang paling terasa dinamis, di mana berbagai pertanyaan kritis dan reflektif dilontarkan oleh para santri kepada narasumber. Hal ini mencerminkan bahwa para santri tidak hanya hadir sebagai pendengar pasif, melainkan sebagai pemikir muda yang peduli dan ingin memahami lebih dalam tentang gaya hidup halal dalam konteks kehidupan modern.
Salah satu poin yang paling mendapat perhatian adalah pembahasan mengenai tantangan halal di era digital, khususnya terkait dengan konten media sosial, platform belanja daring, serta produk-produk kecantikan dan kesehatan yang kini marak dikonsumsi oleh kalangan remaja. Ibu Nur Fajriah menjelaskan cara mudah untuk mengecek sertifikasi halal sebuah produk, sekaligus mendorong para santri untuk menjadi agen edukasi halal di lingkungan keluarga dan masyarakat mereka.
Pesan dan Harapan untuk Generasi Pesantren
Di penghujung sesi, Ibu Nur Fajriah menyampaikan pesan yang mendalam kepada seluruh peserta. Beliau mengingatkan bahwa ilmu yang diperoleh di pesantren adalah modal terbesar yang tidak akan pernah habis. “Kalian bukan hanya belajar fiqih dan bahasa Arab. Kalian sedang ditempa untuk menjadi manusia yang punya prinsip, yang tahu mana yang halal dan mana yang haram, dan yang berani menjalankan prinsip itu di tengah masyarakat,” tutur beliau.
Melalui seminar ini, Pondok Pesantren Darunnajah sekali lagi membuktikan diri sebagai institusi pendidikan Islam yang tidak hanya fokus pada aspek ritual keagamaan, tetapi juga responsif terhadap isu-isu aktual yang dihadapi generasi muda. Program pembinaan semacam ini diharapkan dapat terus berlanjut dan diperluas, sehingga para santri benar-benar siap menjadi pemimpin yang amanah, berintegritas, dan berwawasan luas di masa mendatang.




