TANGERANG – Kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an (BTQ) merupakan fondasi utama dalam pendidikan keagamaan anak sejak usia dini. Menyadari pentingnya hal tersebut, tim dosen Universitas Darunnajah menggelar program pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan kapasitas para pengajar Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) di Kelurahan Kreo, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, Banten.
Program bertajuk “Peningkatan Kapasitas Pengajar TPA Melalui Inovasi Metode Pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) di Kelurahan Kreo” ini merupakan hibah Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dari Badan Riset dan Inovasi melalui sistem BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) tahun 2026. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam memajukan pendidikan keagamaan di tingkat akar rumput.
Program diinisiasi oleh tiga dosen Universitas Darunnajah, yakni Azmi Islami, M.Pd., Rokimin, M.Pd., dan Achmad Farouq Abdullah, M.Pd. Persiapan kegiatan telah dimulai sejak awal tahun melalui Rapat Koordinasi Tim Perdana pada Minggu, 4 Januari 2026. Dalam rapat tersebut, tim menyusun rancangan materi, metode pelatihan, hingga skema pendampingan yang akan diterapkan kepada para pengajar TPA.

Puncak pelaksanaan program berlangsung pada Rabu, 17 Juni 2026. Bertempat di lingkungan TPA Kelurahan Kreo, kegiatan ini diikuti antusias oleh para pengajar serta melibatkan 40 santri TPA sebagai sasaran penerapan metode pembelajaran. Para pengajar dibekali sejumlah pendekatan inovatif agar proses belajar membaca dan menulis Al-Qur’an berlangsung lebih menyenangkan, terstruktur, dan mudah dipahami anak-anak.
Tim PKM tidak hanya memberikan materi secara teori, tetapi juga mempraktikkan langsung metode pembelajaran bersama para santri. Suasana kegiatan berlangsung hangat, dengan anak-anak terlihat bersemangat mengikuti setiap tahapan pembelajaran yang dikemas secara interaktif.
“Kami ingin para pengajar TPA memiliki bekal metode yang variatif dan adaptif terhadap karakter anak. Harapannya, anak-anak tidak hanya lancar membaca Al-Qur’an, tetapi juga mencintai proses belajarnya,” ujar salah satu anggota tim PKM, Azmi Islami, M.Pd., di sela kegiatan.
Rangkaian program ditutup dengan Forum Group Discussion (FGD) pada Kamis, 18 Juni 2026. Forum ini menjadi ruang evaluasi sekaligus diskusi terbuka antara tim PKM dan para pengajar TPA untuk merumuskan langkah keberlanjutan penerapan metode baru. Sejumlah masukan dan tantangan di lapangan turut dibahas guna menyempurnakan implementasi program ke depan.

Kepala TPA Kelurahan Kreo, Lailah Alfi, M.Ag., menyambut baik program tersebut. Menurutnya, pelatihan ini memberikan dampak positif yang langsung dirasakan para pengajar. “Kegiatan ini sangat membantu kami. Para pengajar kini lebih percaya diri dan memiliki metode yang segar dalam membimbing anak-anak. Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut,” tuturnya.
Melalui program ini, tim PKM Universitas Darunnajah berharap peningkatan kapasitas pengajar TPA dapat berdampak jangka panjang terhadap kualitas pembelajaran Al-Qur’an di Kelurahan Kreo. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat diharapkan menjadi pijakan bagi lahirnya generasi Qur’ani yang lebih berkualitas di masa mendatang.
Penulis: Azmi Islami, Dosen Universitas Darunnajah




