Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Darunnajah kembali menyelenggarakan Kuliah Pakar yang menghadirkan Prof. Dr. Armai Arief, M.A., Guru Besar Universitas Darunnajah sebagai narasumber utama. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 13 Juni 2026 pukul 15.00–16.30 WIB di Kelas Pascasarjana Universitas Darunnajah dan melalui Zoom Meeting ini mengangkat tema “Budaya dan Gaya Manajemen Pendidikan Indonesia: Menavigasi Arus Perubahan di Era Transformasi Digital”.
Kuliah pakar tersebut diikuti oleh mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak memahami dinamika pengelolaan pendidikan Indonesia sekaligus menelaah tantangan yang dihadapi lembaga pendidikan dalam menghadapi perubahan sosial dan perkembangan teknologi digital.
Dalam pemaparannya, Prof. Armai Arief menjelaskan bahwa sistem pendidikan Indonesia terus mengalami transformasi dari pola sentralistik menuju desentralistik melalui penerapan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Menurutnya, perubahan tersebut memberikan ruang yang lebih luas bagi sekolah untuk mengembangkan inovasi, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan memperkuat akuntabilitas dalam pengelolaan pendidikan.

Namun demikian, ia menilai bahwa implementasi Manajemen Berbasis Sekolah masih menghadapi berbagai hambatan, mulai dari birokrasi yang kompleks hingga lemahnya kapasitas manajerial di sejumlah lembaga pendidikan. Prof. Armai Arief menegaskan bahwa budaya organisasi yang sehat dan kepemimpinan yang profesional menjadi faktor kunci dalam menciptakan sekolah yang unggul dan adaptif terhadap perubahan.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya kepemimpinan transformasional dalam dunia pendidikan. Seorang kepala sekolah tidak hanya berperan sebagai administrator, tetapi juga harus mampu menjadi inspirator, inovator, dan agen perubahan yang mendorong guru serta tenaga kependidikan untuk mencapai potensi terbaik mereka.
Prof. Armai Arief juga menekankan bahwa transformasi digital telah menghadirkan peluang sekaligus tantangan baru bagi dunia pendidikan Indonesia. Pemanfaatan teknologi seperti sistem manajemen pembelajaran, kecerdasan buatan, serta platform digital harus diimbangi dengan peningkatan literasi digital dan penguatan karakter agar proses pendidikan tetap berjalan secara efektif dan bermakna.
Selain membahas aspek manajerial, ia mengingatkan bahwa pendidikan Indonesia tidak boleh kehilangan identitas dan akar budayanya. Menurutnya, pendidikan karakter yang berlandaskan nilai religius, integritas, gotong royong, kemandirian, dan nasionalisme harus tetap menjadi fondasi utama dalam membangun generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Melalui kuliah pakar ini, Fakultas Agama Islam Universitas Darunnajah menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kompetensi akademik dan kepemimpinan mahasiswa. Kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan calon pendidik dan pengelola pendidikan yang profesional, visioner, serta siap menghadapi berbagai tantangan transformasi pendidikan di masa depan.

