Jakarta, 14 Juni 2026 – Sakinah Family Center Universitas Darunnajah kembali menyelenggarakan Sakinah Talks Sesi 4 pada Ahad (14/6/2026) pukul 05.30–06.30 WIB melalui Google Meet. Kajian yang berlangsung secara daring ini menghadirkan Ust. Saifullah Kamalie, Ph.D. sebagai narasumber dengan tema “Lanjutan Belajar Menikah dari Sejarah Terbaik”, yang merupakan pembahasan lanjutan Bab 1 dari buku Baiti Jannati karya beliau.
Kegiatan yang diikuti oleh peserta dari berbagai daerah ini mengajak para peserta untuk mengambil pelajaran berharga dari rumah tangga para teladan umat Islam. Dalam sesi kali ini, Ust. Saifullah Kamalie mengupas dua kisah pernikahan yang sarat hikmah, yaitu rumah tangga Asma binti Abi Bakar dan Az-Zubair bin Al-Awwam, serta rumah tangga Fatimah Az-Zahra dan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhum.
Pada pembahasan pertama, peserta diajak mengenal kisah pernikahan Asma binti Abi Bakar dan Az-Zubair yang dibangun di atas semangat pengorbanan, kesabaran, dan perjuangan bersama. Ust. Saifullah menjelaskan bahwa kehidupan rumah tangga tidak selalu dimulai dengan kemapanan materi, tetapi dapat bertumbuh melalui kerja sama, keteguhan hati, dan kesediaan pasangan untuk saling mendukung dalam menghadapi berbagai keterbatasan.
Kisah Asma dan Az-Zubair menunjukkan bahwa cinta sejati bukan hanya tentang kebahagiaan yang dirasakan saat kondisi ideal, tetapi juga tentang kesanggupan untuk tetap bertahan dan saling menguatkan ketika menghadapi ujian kehidupan. Pengorbanan yang dilakukan demi keluarga menjadi salah satu fondasi yang mengokohkan pernikahan mereka.
Pada pembahasan kedua, Ust. Saifullah mengangkat keteladanan rumah tangga Fatimah Az-Zahra dan Ali bin Abi Thalib, yang dibangun di atas kesederhanaan dan doa. Meski hidup dalam keterbatasan, pasangan mulia ini mampu menghadirkan ketenangan dan keberkahan dalam rumah tangga mereka. Kesederhanaan tidak menjadi penghalang untuk meraih kebahagiaan, karena yang menjadi kekuatan utama adalah keimanan, rasa syukur, dan kedekatan kepada Allah SWT.
Melalui kisah tersebut, peserta diajak untuk memahami bahwa keberhasilan rumah tangga tidak diukur dari kemewahan yang dimiliki, melainkan dari kualitas hubungan dengan Allah, kemampuan menjaga komunikasi yang baik, serta kesediaan untuk terus bertumbuh bersama pasangan.
Kajian berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta tidak hanya mendapatkan wawasan sejarah, tetapi juga refleksi praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan rumah tangga masa kini. Materi yang disampaikan menjadi pengingat bahwa membangun keluarga sakinah membutuhkan kesabaran, pengorbanan, kesederhanaan, serta komitmen untuk terus memperbaiki diri.
Sakinah Family Center mengajak seluruh peserta untuk kembali bergabung pada Sakinah Talks Sesi 5 yang akan dilaksanakan pekan depan. Pada pertemuan berikutnya, Ust. Saifullah Kamalie, Ph.D. akan mulai membahas Bab 2 buku Baiti Jannati dengan tema “100 Pertanyaan Muhasabah untuk Istri.” Sesi ini diharapkan menjadi sarana refleksi bagi para istri maupun calon istri untuk mengenali diri, memperbaiki kualitas hubungan dalam rumah tangga, serta menumbuhkan kesadaran akan peran penting seorang perempuan dalam membangun keluarga yang harmonis dan penuh keberkahan.
Mari terus belajar bersama, mengambil hikmah dari sejarah terbaik, dan menyiapkan keluarga menuju rumah tangga yang lebih sakinah, mawaddah, dan rahmah.

