Jakarta — Universitas Darunnajah menggelar Seminar Internasional dalam rangka memperingati Hari Solidaritas Kashmir pada Kamis, 5 Februari 2026, bertempat di Aula Al-Ghazali, Universitas Darunnajah.
Seminar internasional tersebut menghadirkan H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Dr. Much Hasan Darojat, Rektor Universitas Darunnajah, serta Dr. Saleh Miftahussalam sebagai motivator. Ketiganya membahas isu Jammu dan Kashmir dari perspektif hukum internasional, hak asasi manusia, serta peran dunia pendidikan dalam mendorong perdamaian regional.
Acara ini diikuti oleh segenap civitas akademika Pondok Pesantren dan Universitas Darunnajah yang tampak antusias menyimak pemaparan para narasumber. Diskusi berlangsung dinamis dan reflektif, menunjukkan kepedulian kalangan akademisi terhadap isu-isu global kemanusiaan.
Dalam sambutannya, Duta Besar Pakistan untuk Indonesia menegaskan bahwa isu Jammu dan Kashmir telah berlangsung selama 77 tahun dan membutuhkan perhatian bersama masyarakat internasional. Ia juga menyampaikan bahwa peringatan Hari Solidaritas Kashmir di Universitas Darunnajah merupakan yang pertama kali diselenggarakan di Indonesia, khususnya di lingkungan universitas.

“Kami yakin, di sinilah orang-orang yang akan memimpin di masa depan lahir,” ujar H.E. Mr. Zahid Hafeez Chaudhri. Menurutnya, peran generasi muda dan institusi pendidikan sangat penting dalam membangun kesadaran global dan nilai-nilai perdamaian.
Selain itu, Rektor Universitas Darunnajah memberikan gambaran atas isu global yang terjadi di jammu dan kashmir. “Darunnajah tentunya mengambil sikap untuk mendukung penuh kebebasan dan selesainya isu global di jammu dan kashmir”. ucap Dr. Much Hasan Darojat
Rangkaian acara ditutup dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Internasional (IA) antara Universitas Darunnajah dan Kedutaan Besar Pakistan untuk Indonesia. Kerja sama ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi dan program bersama di masa mendatang.

Universitas Darunnajah berharap kegiatan ini membawa kebaikan dan keberkahan bagi kedua belah pihak, serta memperkuat peran pendidikan sebagai jembatan perdamaian dan kemajuan antarbangsa.




