Bukan Cuma Janji Tapi Aksi Makna Sumpah Pemuda Buat Kita Hari Ini

Tanggal 28 Oktober bukan cuma tanggal merah di kalender. Hari ini adalah pengingat bahwa dulu, para pemuda Indonesia bersatu dan berjanji untuk satu hal besar: mencintai tanah air tanpa batas perbedaan. Tapi, pertanyaannya—di zaman serba digital ini, masihkah kita memegang semangat yang sama?

Sumpah Pemuda bukan sekadar kalimat sejarah yang dihafalkan saat upacara. Ia adalah kompas moral bagi generasi muda agar terus bergerak dan berbuat nyata. Kalau dulu para pemuda 1928 berjuang lewat rapat dan pergerakan, sekarang saatnya kita berjuang lewat karya, literasi digital, dan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.

Islam juga sangat menekankan pentingnya tindakan, bukan hanya ucapan. Allah Swt. berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.”
(QS. As-Saff: 2–3)

Ayat ini menegaskan bahwa ucapan tanpa aksi adalah hal yang tidak disukai Allah. Jadi, kalau kita mengaku cinta Indonesia, cintailah dengan bukti. Mulai dari hal sederhana: menjaga kebersihan sekolah, menolong teman tanpa pamrih, menghargai perbedaan, sampai berpikir kritis sebelum menyebar informasi.

KH. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, pernah berkata, “Kita jangan hanya pandai berkata, tetapi miskin berbuat.” Pesan ini selaras dengan semangat Sumpah Pemuda—bahwa setiap ucapan harus diiringi aksi nyata.

Jadi, remaja Indonesia, jangan cuma bangga dengan sejarah. Jadilah bagian dari sejarah baru! Wujudkan Sumpah Pemuda lewat langkah kecil yang berdampak besar. Karena masa depan Indonesia bukan di tangan orang lain—tapi di tanganmu sendiri.

Penulis: Rain Surya Leksana

✨Rooted in tradition, leading in education✨

Link Pendaftaran: pendaftaran.darunnajah.ac.id

Follow Us:
Instagram: @univ.darunnajah
Facebook: Universitas Darunnajah Jakarta
Tiktok: univ_darunnajah