Jakarta – Universitas Darunnajah menandatangani Implementation Agreement (IA) bersama Australian National Imams Council (ANIC). Prosesi penandatanganan berlangsung khidmat pada Selasa pagi, 24 Juni 2025, di Universitas Darunnajah, Jakarta.
Dokumen IA tersebut ditandatangani langsung oleh President ANIC, Sheikh Shadi Al‑Suleiman, dan Rektor Universitas Darunnajah, Dr. Much Hasan Darojat. Kesepakatan ini menandai babak baru kemitraan strategis antara lembaga pendidikan Islam Indonesia dan organisasi ulama terbesar di Australia.
Turut hadir dalam acara ini Presiden Universitas Darunnajah, Dr. KH. Sofwan Manaf, M.Si. dan Wakil Rektor III Universitas Darunnajah, Dr. Muhammad Irfanudin Kurniawan, M.Ag. Kehadiran delegasi lengkap dari kedua institusi menciptakan suasana dialog produktif dan penuh kehangatan.

Penandatanganan IA tidak sekadar menjadi forum silaturahmi, tetapi juga langkah konkret membangun jejaring global berstandar mutu tinggi. Fokus utama kerja sama diarahkan pada peningkatan kapasitas guru agama Islam melalui program pelatihan bersertifikasi internasional.
Dalam sambutannya, Sheikh Shadi Al‑Suleiman menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara untuk memperkuat moderasi dan profesionalisme pengajar. “Kami melihat Darunnajah sebagai mitra strategis dalam menyiapkan guru yang berwawasan global namun berakar kuat pada nilai-nilai Islam,” ujarnya.
Presiden Universitas Darunnajah menyambut baik kesepakatan ini dan menegaskan kesiapan kampus menyediakan sumber daya terbaik. Beliau berharap kolaborasi ini akan melahirkan model pelatihan guru yang dapat direplikasi di pesantren dan sekolah Islam di kedua negara.
Semoga kerja sama antara Universitas Darunnajah dan ANIC membawa keberkahan, sekaligus memperkukuh peran lembaga Islam dalam mencetak pendidik profesional yang mampu menjawab tantangan zaman. Dengan dukungan jejaring global, Darunnajah optimistis mencetak generasi pengajar berkelas dunia yang berakhlak mulia.

