Jakarta – Suasana Ramadan di Pondok Pesantren Darunnajah semakin terasa dengan pelaksanaan salat tarawih yang berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Para santri dan jamaah mengikuti ibadah dengan khidmat, diiringi bimbingan dari para guru muda yang berperan sebagai imam serta menyampaikan tausiyah untuk memperdalam pemahaman tentang ibadah di bulan suci.
Salah satu asatidz muda, Ustadz Muhammad Faris, dalam tausiyahnya menekankan pentingnya menjaga ketulusan niat dalam beribadah serta memperbanyak amalan baik selama Ramadan. Menurutnya, bulan ini merupakan kesempatan emas bagi setiap Muslim untuk meningkatkan kualitas diri, memperbanyak ibadah, dan membangun kebiasaan positif yang dapat terus dilakukan setelah Ramadan berlalu.
Suasana salat tarawih semakin khusyuk dengan lantunan ayat suci yang dibacakan secara tartil, menciptakan ketenangan bagi seluruh jamaah. Ahmad Mubasyir, salah seorang santri, mengungkapkan bahwa tausiyah yang disampaikan sebelum salat tarawih memberikan pemahaman lebih mendalam tentang makna ibadah, sehingga membantu mereka lebih menghayati setiap amalan yang dilakukan.
Kehadiran para guru muda dalam bimbingan ibadah Ramadan tidak hanya sebagai bentuk transfer ilmu, tetapi juga menjadi sarana interaksi yang lebih dekat antara santri dan pendidik. Dengan gaya bahasa yang mudah dimengerti serta pendekatan yang komunikatif, pesan-pesan yang disampaikan lebih mudah diterima dan diaplikasikan oleh para santri dalam kehidupan sehari-hari.
Di Pondok Pesantren Darunnajah, keterlibatan guru muda dalam membimbing ibadah Ramadan merupakan bagian dari strategi pendidikan yang berkelanjutan. Selain sebagai kewajiban, hal ini juga menjadi cara efektif untuk menanamkan ilmu yang bermanfaat bagi para santri, sekaligus membentuk kebiasaan baik dalam beribadah dan bermasyarakat.
Ramadan di pesantren ini tidak hanya tentang meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan antar santri dan pengajar. Suasana pesantren yang penuh dengan semangat keilmuan dan kekeluargaan menjadikan Ramadan sebagai momen istimewa untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan dan kebersamaan.
Para santri tidak hanya diajarkan untuk memperbanyak ibadah, tetapi juga untuk lebih memahami esensi dari setiap amalan yang dilakukan. Dengan adanya tausiyah sebelum tarawih, para santri mendapatkan wawasan tentang bagaimana ibadah di bulan suci ini dapat menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memperbaiki hubungan sosial dengan sesama.
Selain salat tarawih dan tausiyah, Ramadan di Pesantren Darunnajah juga diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan yang membangun karakter santri. Kegiatan seperti tadarus Al-Qur’an, kajian keislaman, dan berbagi dengan sesama semakin memperkaya pengalaman spiritual mereka selama bulan penuh berkah ini.
Rivaldo/Rizal

