Australia – Universitas Darunnajah terus memperluas kontribusinya dikancah internasional dengan mencetak lulusan berkarakter kuat dan siap bersaing secara global. Terbaru, alumni Universitas Darunnajah berhasil meraih Beasiswa Australia Awards, salah satu beasiswa bergengsi dari Pemerintah Australia yang menawarkan pendidikan lanjutan untuk program PhD, Magister, dan Kursus Singkat, termasuk bagi program yang didanai secara penuh.
Mahasiswi bernama Peni Maulidia Julia Dara, atau yang akrab disapa Ara, berhasil mendapatkan beasiswa fully funded short course selama dua minggu di Australia, tepat ketika ia tengah menyelesaikan penelitiannya di program studi Manajemen Pendidikan Islam. Ara terpilih menjadi satu-satunya perwakilan dari Universitas Darunnajah dalam kursus ini, bersanding dengan 23 peserta lain dari berbagai lembaga, seperti Kominfo, Bawaslu, BNPT, serta perwakilan media dan akademisi dari CNN Indonesia, Kompas TV, dan Tirto.id. Ara mengikuti kursus dengan fokus pada “The Challenge of Mis and Disinformation: Fostering Information Integrity and Media Literacy in Democratic Society”, yang membahas tantangan mengatasi misinformasi dan pentingnya literasi media dalam masyarakat demokratis.

Program ini berlangsung di dua negara bagian, Brisbane dan Sydney, dimulai di Queensland University of Technology, Brisbane. Dipandu oleh Assoc. Prof. Angela Romano, pendiri Australian Consortium for In-Country Indonesian Studies (ACICIS), dan Assoc. Prof. Stephen Harrington dari Digital Media Research Center, peserta memperoleh pengalaman dan wawasan mendalam tentang strategi menghadapi berita hoaks, membangun literasi digital, serta mengembangkan cara-cara untuk menghadapi disintegrasi informasi. Di minggu kedua, para peserta kemudian melanjutkan pelatihan di Sydney, dengan kunjungan lapangan ke berbagai lembaga seperti Brisbane City Council, State Library of Queensland, dan Kantor Menteri Komunikasi Australia, di mana mereka bertemu dengan Menteri Komunikasi, The Honourable Michelle Rowland.
Keberhasilan Ara menunjukkan bahwa santri dari pesantren juga mampu bersaing di tingkat global. Sebagai lulusan Universitas Darunnajah, ia tidak hanya berprestasi secara akademis dengan predikat cumlaude, tetapi juga mampu bersaing di ranah internasional. Pesan Kyai Sofwan Manaf kepadanya, bahwa kunci keberhasilan ada pada kemauan dan kemampuan, terbukti benar. Dengan kemauan yang kuat, Ara mampu melangkah lebih jauh dan menunjukkan bahwa kemampuan bisa diasah dari perjalanan tersebut.

Ara menjadi inspirasi bagi santri dan mahasiswa lainnya untuk terus bermimpi besar dan berprestasi. Dengan beasiswa ini, ia berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Indonesia, khususnya dalam bidang literasi media dan informasi yang semakin relevan di era digital ini.
Penulis: Ara

