Darunnajah Jalin Kerja Sama dengan Universitas Mostar, Bosnia dan Herzegovina

Jakarta, 13 Agustus 2024 – Kedutaan Besar Bosnia dan Herzegovina di Jakarta, melalui Duta Besar Armin Limo, telah mengundang Dr. K.H. Sofwan Manaf, M.Si., Presiden Universitas Darunnajah, untuk membahas peluang studi kedokteran di Universitas Mostar, Sekolah Kedokteran.

Program Studi Kedokteran berbahasa Inggris di Universitas Mostar, yang telah berjalan selama enam tahun, tahun ini akan meluluskan angkatan pertama dari program tersebut. Program ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai negara Eropa dan dunia, dengan fokus pada kualitas pengajaran yang tinggi, promosi keberagaman budaya, dan keunggulan akademik.

Dalam diskusi tersebut, IOU juga menawarkan program sarjana dan pascasarjana terintegrasi di bidang kedokteran yang diajarkan sepenuhnya dalam bahasa Inggris. Program ini mencakup pelatihan komprehensif dalam ilmu pengobatan dasar selama tiga tahun pertama, diikuti dengan kelas klinis di tahun keempat, kelima, dan keenam. Tahap akhir dari program ini melibatkan kerja praktek di berbagai departemen rumah sakit serta klinik rawat jalan untuk mempersiapkan lulusan yang siap pakai di lapangan.

Undangan ini menunjukkan pentingnya kerjasama lintas budaya dalam bidang pendidikan kedokteran, mencerminkan komitmen Universitas Mostar untuk mendorong pemahaman internasional dan keunggulan dalam bidang medis. Kerjasama ini diharapkan dapat membuka jalan pendidikan baru bagi santri Darunnajah serta memberikan akses ke program kedokteran yang diakui secara internasional di Bosnia dan Herzegovina.

Duta Besar HE Mr. Armin Limo juga menyertakan surat pengantar dari Dekan Universitas Mostar untuk memberikan informasi lebih lanjut terkait program studi tersebut. diantaranya ialah penawaran program sarjana dan pascasarjana terintegrasi di bidang kedokteran yang diajarkan sepenuhnya dalam bahasa Inggris. Program ini mencakup pelatihan komprehensif dalam ilmu pengobatan dasar selama tiga tahun pertama, diikuti dengan kelas klinis di tahun keempat, kelima, dan keenam. Tahap akhir dari program ini melibatkan kerja praktek di berbagai departemen rumah sakit serta klinik rawat jalan untuk mempersiapkan lulusan yang siap pakai di lapangan.

Menurut Muhammad Irfanudin Kurniawan, kerjasama International Darunnajah sudah dilakukan dengan lebih dari 26 Negara dan ratusan lembaga Nasional. Menurutnya, tingginya kerjasama International Darunnajah tidak lepas dari kepercayaan masyarakat dan juga pemerintah Republik Indonesia. Ini terbukti dari banyaknya tamu negara yang berkunjung ke Darunnajah seperti Imam Akbar Syaikh Al-Azhar Ahmad Thayyib, Imam Masjid Nabawi Syaikh Ahmad Ali Al-Hudhaifi, Wakil presiden Afganistan, Perdana Menteri Inggris dan sederet duta besar dari berbagai negara lainnya.

Penulis: Dr. Muhammad Irfanudin Kurniawan, M.Ag

Add Universitas Darunnajah as a preferred source on Google.