Jakarta, 15 Oktober 2025 — Darunnajah Assessment and Development Center (DADC) bersama dosen Universitas Darunnajah kembali menggelar program pendampingan bagi guru Bimbingan Konseling (BK) serta perwakilan Pengasuhan Santri dari Pondok Pesantren Darunnajah pusat dan cabang. Program yang dirancang dalam 16 pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat peran guru BK dalam mendukung perkembangan santri, baik dari sisi akademik maupun psikososial.
Pertemuan kedua berlangsung pada Rabu, 15 Oktober 2025, di Aula Ibnu Rushd, dengan menghadirkan narasumber utama Ibu Tina Jupartini, Ketua Tim Pembelajaran Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru, Kemendikbudristek. Dalam kesempatan tersebut, Ibu Tina menyampaikan materi bertajuk “Pentingnya Bimbingan dan Konseling (BK) di Pesantren”.

BK: Pilar Penyangga Kesejahteraan Mental Santri
Dalam paparannya, Ibu Tina menegaskan bahwa BK memiliki peran strategis dalam mendukung kesejahteraan mental dan emosional santri, terutama dalam konteks pesantren yang memiliki dinamika kehidupan unik dan intens. BK tidak lagi hanya menangani persoalan akademis, namun juga menjadi garda terdepan dalam menangani isu-isu sosial-emosional yang kerap muncul di lingkungan santri.
“Pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan, tetapi tempat pembentukan karakter. Di sinilah BK harus hadir sebagai jembatan antara tekanan yang dihadapi santri dan solusi yang bersifat mendidik, membimbing, dan menyembuhkan,” jelasnya.
Menurut Tina, saat ini santri menghadapi tantangan yang kompleks, mulai dari tekanan akademik, kecemasan, hingga pengaruh media sosial. BK di pesantren harus menyediakan ruang aman bagi santri untuk mengekspresikan diri, berbicara, dan mencari solusi atas permasalahan pribadi yang mereka alami.
7 Jurus BK Hebat: Strategi Efektif dalam Layanan BK Pesantren
Lebih lanjut, Ibu Tina memperkenalkan pendekatan “7 Jurus BK Hebat” yang dirancang oleh Kemendikbudristek sebagai panduan praktis dalam meningkatkan kualitas layanan BK, termasuk di lingkungan pesantren. Ketujuh jurus tersebut meliputi:
1. Kenali Potensi: Menggunakan asesmen sistematis untuk mengenali bakat dan minat santri sejak dini, agar mereka dapat diarahkan sesuai kekuatan dan kecenderungannya.
2. Kelola Emosi: Mengembangkan kemampuan pengelolaan emosi melalui pendekatan Social Emotional Learning (SEL) agar santri mampu menghadapi tekanan dengan lebih sehat.
3. Tumbuhkan Resiliensi: Menanamkan growth mindset dan ketekunan (grit) agar santri tidak mudah menyerah saat menghadapi tantangan.
4. Jaga Konsistensi: Membantu santri membangun rutinitas positif dan kebiasaan baik dalam keseharian mereka di pesantren.
5. Jalin Koneksi: Mengembangkan komunikasi empatik dan keterampilan mendengar aktif agar santri mampu membangun relasi sosial yang sehat.
6. Bangun Kolaborasi: Mendorong kerja sama antara guru, pengasuh, orang tua, dan komunitas untuk menciptakan dukungan menyeluruh bagi perkembangan santri.
7. Tata Situasi: Menciptakan lingkungan belajar dan asrama yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan, untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal.
Tahapan Penerapan di Pesantren
Penerapan “7 Jurus BK Hebat” dimulai dengan pelatihan intensif bagi guru BK dan pengasuh santri untuk memahami urgensi layanan BK yang profesional. Setelah itu, dilakukan pemetaan potensi dan tantangan santri melalui asesmen rutin, observasi, serta pendekatan personal.

Program ini juga mengedepankan pendekatan kolaboratif antara berbagai pihak di pesantren, termasuk orang tua santri, guna menciptakan sistem dukungan yang menyeluruh. BK diarahkan untuk tidak hanya reaktif terhadap masalah, tetapi juga proaktif dalam membangun karakter dan ketahanan mental santri.
Program pendampingan guru BK dan pengasuhan santri ini merupakan bagian dari komitmen Pondok Pesantren Darunnajah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih sehat, suportif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Kegiatan ini akan terus berlanjut hingga 16 sesi ke depan, dengan narasumber dan topik yang beragam, namun tetap berfokus pada penguatan peran pendidik dalam ekosistem pesantren modern.




