Jakarta, 1 April 2024 – Universitas Darunnajah turut mensukseskan kegiatan Harakat Akhir Ramadhan. Kali ini, Dr. Muhammad Irfanudin Kurniawan, M.Ag, selaku Wakil Rektor III di Universitas Darunnajah berkesempatan dalam memberikan pembekalan kepada Santri dan Santriwati Pondok Pesantren Darunnajah.
Setelah dibuka dengan sambutan Presiden Universitas, Dr. M. Irfanudin Kurniawan, M.Ag, Ph.D memaparkan materinya tentang tantangan pemikiran umat Islam saat ini. Beliau menyampaikan bahwa ada 4 paham yang menjadi tantangan serius dalam masyarakat dan dunia luar, yaitu:
- Sekularisme: Pemahaman yang tidak mencampuri urusan keagamaan dan dunia.
- Liberalisme: Upaya menghilangkan ikatan-ikatan dan berusaha membebaskan diri sendiri.
- Feminisme: Sebuah penyetaraan supaya tercipta perlakuan adil terhadap kaum perempuan sebagai makhluk Allah SWT.
- Pluralisme: Pandangan terhadap semua agama itu sama.

Beliau memberikan beberapa contoh terkait hal-hal yang telah terjadi antar kesalahpahaman tersebut.
Contoh nya umat islam yang telah mempermainkan ajaran agama-Nya, dan masih banyak lagi tentang kesalahpahaman yang mengenai isu-isu LGBT di dunia.
Dalam materi yang ia sampaikan, Beliau menambahkan, “Jika kaum Nabi Luth AS. ditenggelamkan ke bumi sebagai bentuk azab Allah SWT., terhadap perlakuan kaum nya. Maka, sekarang kepunahan atau azab itu ditunjukkan dengan adanya kesalah pahaman atau ketidaksetaraan dalam pendidikan dan ilmu islam.”

Hingga beliau mengajak pada seluruh santriwan dan santriwati untuk menjaga kesatuan dan keberagaman pandangan dan keyakinan tapi tetap sesuai dengan ajaran agama islam yang sudah di pelajari dan saling menghormati perbedaan pandangan terhadap isu-isu tersebut.
Selain memberikan materi terkait tantangan pemikiran islam saat ini. Wakil Rektor III Universitas Darunnajah tersebut juga memberikan sosialiasi kepada santri dan santriwati sebagai calon mahasiswa baru, baik terkait kegiatan dan perkembangan yang ada di Universitas Darunnajah.
Dengan adanya kegiatan Harakat Akhir Ramadhan ini diharapkan kepada seluruh santriwan dan santriwati agar dapat lebih krisis dalam menyikapi berbagai isu kontemporer, namun tetap menjaga nilai-nilai keagamaan dan moral nya.




