Universitas Darunnajah Ikuti Sidang Tahunan Ekonomi Umat 2025 MUI

Universitas Darunnajah Ikuti Sidang Tahunan Ekonomi Umat 2025 MUI
Universitas Darunnajah Ikuti Sidang Tahunan Ekonomi Umat 2025 MUI

Universitas Darunnajah turut ambil bagian dalam Sidang Tahunan Ekonomi Umat 2025 yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada Ahad, 10 Agustus 2025 di Hotel Sultan, Jakarta. Kegiatan bergengsi ini menjadi wadah penting untuk membahas strategi penguatan ekonomi berbasis umat di tengah tantangan global.

Sidang tahunan kali ini mengangkat tema “Kedaulatan Pangan dan Energi untuk Pemberdayaan Ekonomi Umat”. Tema tersebut menyoroti pentingnya kemandirian dalam sektor pangan dan energi sebagai pilar ketahanan ekonomi nasional yang berkeadilan.

Turut hadir dalam kegiatan ini, K.H. Hadiyanto Arief, S.H., M.Bs., selaku Presiden Universitas Darunnajah, serta Dr. Muhammad Irfanudin Kurniawan, M.Ag., Wakil Rektor III Universitas Darunnajah. Kehadiran mereka menegaskan komitmen Darunnajah dalam mendorong penguatan ekonomi pesantren dan masyarakat luas.

Universitas Darunnajah Ikuti Sidang Tahunan Ekonomi Umat 2025 MUI

Sidang tersebut menghasilkan Resolusi Jihad Ekonomi, yakni strategi komprehensif untuk memperjuangkan kedaulatan pangan dan energi. Dokumen ini juga menjadi panduan untuk meningkatkan kesejahteraan umat secara berkelanjutan dan mandiri.

Menurut K.H. Hadiyanto Arief, Darunnajah telah lama berperan sebagai institusi wakaf yang menjalankan berbagai program strategis bagi pengembangan ekonomi umat. Hal ini mencakup pemberdayaan sumber daya manusia, optimalisasi aset, dan inovasi usaha berbasis pesantren.

Saat ini, Darunnajah mengelola 23 cabang pesantren dan sebuah universitas yang memiliki beragam unit usaha. Bidang usaha tersebut tidak hanya menopang kebutuhan internal pesantren, tetapi juga memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat sekitar.

Melalui partisipasi dalam Sidang Tahunan Ekonomi Umat 2025, Darunnajah berharap dapat memperluas jejaring dan mengimplementasikan program yang sejalan dengan Resolusi Jihad Ekonomi. Semoga langkah ini membawa keberkahan dan manfaat nyata bagi umat.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata peran pesantren sebagai motor penggerak kemandirian ekonomi bangsa. Dengan sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat, kedaulatan pangan dan energi bukan lagi sekadar cita-cita, tetapi visi yang dapat diwujudkan.

Penulis: Rain

Add Universitas Darunnajah as a preferred source on Google.