Universitas Darunnajah dan UNIDA Gontor Akan Gelar FGD “Manajemen Keikhlasan dan Keberkahan Pengasuhan Santri”

Universitas Darunnajah dan UNIDA Gontor Akan Gelar FGD “Manajemen Keikhlasan dan Keberkahan Pengasuhan Santri”
Universitas Darunnajah dan UNIDA Gontor Akan Gelar FGD “Manajemen Keikhlasan dan Keberkahan Pengasuhan Santri”

Jakarta – Dalam upaya memperkuat dasar-dasar nilai keislaman di dunia pendidikan yang semakin kompleks, Universitas Darunnajah berkolaborasi dengan Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor mengadakan Forum Group Discussion (FGD) dengan tema “Manajemen Keikhlasan dan Keberkahan Pengasuhan Santri.”

H. Dr. Ahmad Suharto, Dosen Universitas Darusasalam Gontor akan menjadi pemateri pertama dan H. Busthomi Ibrohim, Ph.D, Dosen Universitas Darunnajah akan menjadi pemateri kedua dalam FGD yang akan diselenggarakan pada Selasa, 17 September 2024, dan dihadiri oleh para wakil Pengasuh Darunnajah, Departemen Pengasuhan Santri, serta Muroby, Murobiyah, Musyrif, dan Musyrifah Darunnajah.

FGD ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas bimbingan para ustadz dan ustadzah dalam menjalankan tugas sebagai pendidik, dengan menanamkan prinsip keikhlasan sebagai ruh amal. Keikhlasan dinilai sebagai kunci keberkahan dalam setiap perbuatan, sehingga apa yang dilakukan tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga bagi santri, pondok pesantren, dan masyarakat luas.

“Dengan adanya FGD ini, diharapkan para guru dan pembimbing dapat menjaga amanah dalam mendidik santri sesuai prinsip panca jiwa,” ujar salah satu panitia acara. Selain itu, para asatidz dan ustadzat diharapkan menjadi uswah hasanah, atau teladan yang baik, bagi para santrinya.

Semangat untuk menjadi pendidik yang amanah diungkapkan melalui kutipan, “Jika kamu berbuat baik, berarti kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri,” yang menjadi landasan kuat bagi para peserta FGD. Dengan ini, para ustadz dan ustadzah dapat menjadi lebih bermanfaat, tidak hanya bagi diri mereka sendiri, tetapi juga bagi santri dan masyarakat.

Penulis: Peni Maulidia Julia Dara