UDN Jakarta dan UMI Makassar Perkuat Sinergi di Munas XI MUI: Kawal Keputusan dan Tata Kelola Pesantren Nasional

UDN Jakarta dan UMI Makassar Perkuat Sinergi di Munas XI MUI: Kawal Keputusan dan Tata Kelola Pesantren Nasional
UDN Jakarta dan UMI Makassar Perkuat Sinergi di Munas XI MUI: Kawal Keputusan dan Tata Kelola Pesantren Nasional

Jakarta — Musyawarah Nasional XI Majelis Ulama Indonesia (Munas XI MUI) yang berlangsung di Hotel Mercure Ancol pada 20–23 November 2025 menjadi panggung konsolidasi ulama, cendekiawan, dan pimpinan lembaga pendidikan Islam dari seluruh Indonesia. Di antara peserta yang hadir, Universitas Darunnajah (UDN) Jakarta dan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar tampil aktif dalam merumuskan arah pembinaan umat dan penguatan tata kelola pendidikan Islam.

Dari UDN Jakarta, hadir KH. Hadiyanto Arief, bersama Muhammad Irfanudin Kurniawan sebagai delegasi resmi. Darunnajah menjadi satu dari 30 pesantren terpilih mewakili lebih dari 42 ribu pesantren di Indonesia, sebuah mandat yang membawa tanggung jawab strategis.

“Kami ingin memastikan suara pesantren nasional benar-benar terwakili, bukan hanya kepentingan Darunnajah,” ujar KH. Hadiyanto Arief.

Dalam forum komisi, Darunnajah mengusulkan dua agenda penting: pertama, penguatan tata kelola pesantren melalui pendirian Program Studi Manajemen Pesantren untuk mencetak kader pengelola yang terlatih secara akademik dan memahami ekosistem pendidikan berbasis asrama. Kedua, penguatan ekonomi pesantren berbasis unit-unit usaha produktif yang telah dikembangkan Darunnajah selama puluhan tahun, mulai dari percetakan, catering, hingga koperasi santri. Delegasi UDN mengikuti pembahasan di Komisi C-1 (Ekonomi) dan Komisi E (Isu Fundamental).

Sementara itu, UMI Makassar mengutus Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad, MA, Wakil Rektor IV, yang terlibat dalam berbagai sidang terkait penguatan moderasi beragama, dakwah digital, kerukunan nasional, ekonomi syariah, serta agenda halal nasional. Tema Munas XI MUI tahun ini, “Meneguhkan Peran Ulama untuk Mewujudkan Kemandirian Bangsa dan Kesejahteraan Umat,” menjadi fokus utama kontribusi UMI.

“Munas ini bukan hanya forum pengambilan keputusan, tetapi ruang strategis untuk memperkuat arah pembinaan umat di tengah perubahan sosial dan tantangan global,” ujarnya.

Silaturahmi antarperguruan tinggi dalam forum Munas juga menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat riset, program pengabdian, dan pengawalan rekomendasi MUI. Baik UDN maupun UMI menegaskan komitmennya untuk terlibat aktif dalam implementasi hasil Munas, terutama terkait tata kelola pesantren, moderasi beragama, dan ekonomi syariah.

Munas XI MUI dihadiri lebih dari 402 peserta, termasuk tokoh nasional seperti Jusuf Kalla, KH. Ma’ruf Amin, dan Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar. Forum ini diharapkan menjadi titik awal penguatan peran ulama dan akademisi dalam membangun kemandirian umat.

UDN Jakarta dan UMI Makassar menyatakan siap mengawal keputusan Munas XI MUI hingga tahap implementasi nasional—sebuah langkah sinergis untuk memperkuat pesantren dan perguruan tinggi Islam di Indonesia.

Penulis: Ayah Ghassan