Jakarta – Silaturahmi hangat antara Universitas Darunnajah (UDN) dan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melahirkan semangat baru dalam penguatan pendidikan pesantren di kawasan timur Indonesia. Presiden UDN, K.H. Hadiyanto Arief, S.H., M.Bs., bersama Wakil Rektor Dr. Muhammad Irfanudin Kurniawan, M.Ag., bertemu langsung dengan Wakil Gubernur Papua Barat Daya, K.H. Ahmad Nausrau, S.Pd.I., M.M.
Dalam pertemuan itu, keduanya membahas peluang kolaborasi antara dunia pendidikan pesantren, pemerintah pusat, hingga daerah. UDN sendiri menegaskan fokusnya tak hanya pada Fakultas Saintek, Bisnis, dan Agama Islam, tetapi juga pada pengembangan studi manajemen pesantren—bidang yang jadi identitas khas universitas berbasis pesantren wakaf tersebut.
Wakil Gubernur Ahmad Nausrau menyatakan dukungannya penuh. “Papua Barat Daya sangat terbuka untuk bekerja sama dengan Universitas berbasis pesantren Wakaf seperti Darunnajah. Kita butuh sinergi agar anak-anak Papua punya akses pendidikan yang kuat, baik secara ilmu maupun karakter,” ujarnya.
Nama Ahmad Nausrau memang belakangan kerap jadi sorotan. Pidatonya dengan bahasa Arab fasih di hadapan ribuan santri di Sorong sempat viral di media sosial. Lahir di Kaimana dan ditempa pendidikan di berbagai pesantren hingga sempat mengenyam kuliah di Universitas Al-Azhar, Kairo, ia dikenal sebagai pejabat yang dekat dengan dunia santri dan ulama.
Kerja sama UDN dan Pemprov Papua Barat Daya ini dipandang sebagai langkah penting, bukan hanya untuk memperkuat mutu akademik, tetapi juga untuk menegaskan bahwa pendidikan pesantren bisa menjadi motor pembangunan daerah. Dengan kolaborasi ini, harapannya Papua Barat Daya akan melahirkan lebih banyak santri dan mahasiswa yang unggul, percaya diri, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global.




