Silaturahmi Wakil Rektor II Beserta Biro Keuangan dan Biro Fundraising dengan Dewan Penyantun Darunnajah
Pada hari Selasa, tanggal 20 Januari 2026, telah dilaksanakan kegiatan silaturahmi dan audiensi antara Wakil Rektor II beserta Tim Keuangan dan Fundraising Universitas Darunnajah dengan Dewan Penyantun Darunnajah, yaitu Bapak H. Mochamad Andy Arslan Djunaid, S.E.
Kegiatan ini bertempat di Kantor Kospin Jasa Gatot Subroto dan berlangsung dalam suasana yang hangat, akrab, dan penuh kekeluargaan.
Pertemuan diawali dengan silaturahmi dan perbincangan ringan, yang kemudian berkembang menjadi diskusi reflektif dan inspiratif. Dalam kesempatan tersebut, Bapak H. Mochamad Andy Arslan Djunaid, S.E. berkenan berbagi kisah mengenai kesibukan beliau sebagai seorang pengusaha, serta pengalaman-pengalaman hidup dan profesional yang telah beliau jalani selama ini, khususnya dalam mengelola usaha, menghadapi dinamika dunia bisnis, dan menjaga nilai-nilai spiritual di tengah aktivitas ekonomi.
Diskusi berlangsung secara terbuka dan komunikatif, sehingga memberikan wawasan berharga bagi Wakil Rektor II beserta Tim Keuangan dan Fundraising, terutama dalam memaknai keterkaitan antara ikhtiar profesional, manajemen keuangan, dan nilai-nilai keislaman.
Dalam pertemuan tersebut juga disampaikan bahwa Bapak H. Mochamad Andy Arslan Djunaid, S.E. telah memberikan beasiswa pendidikan kepada sebanyak 46 (empat puluh enam) mahasiswa Universitas Darunnajah, sehingga para mahasiswa tersebut dapat menempuh pendidikan secara gratis di Universitas Darunnajah.
Beliau berharap agar para mahasiswa penerima beasiswa tersebut, setelah menyelesaikan studi, tidak hanya meraih kesuksesan pribadi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya dengan membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan bagi orang lain. Harapan ini sejalan dengan visi pemberdayaan umat melalui pendidikan dan kewirausahaan yang berorientasi pada kemaslahatan bersama.
Pada akhir pertemuan, Bapak H. Mochamad Andy Arslan Djunaid, S.E. menyampaikan pesan moral dan spiritual bahwa uang dan rezeki merupakan dua hal yang berbeda. Beliau menegaskan bahwa apabila seseorang hanya menanamkan niat untuk mengejar uang atau materi semata, maka ia tidak akan pernah merasa cukup, karena orientasi tersebut hanya menyisakan kenafsuan dan keserakahan.
Sebaliknya, apabila seseorang meluruskan niatnya untuk mencari rezeki, maka insya Allah keberkahan akan menyertainya. Konsep keberkahan tersebut, menurut beliau, sering kali tidak dapat dihitung dengan kalkulasi rasional manusia, karena terdapat banyak kondisi di mana penghasilan yang secara nominal terbatas namun mampu mencukupi seluruh kebutuhan hidup berkat keberkahan yang Allah SWT berikan.




