PESANTREN PILAR KEMANDIRIAN BANGSA
UDN, 1 Agustus 2025 – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Kebudayaan (PMK), Dr. (H.C.) A. Muhaimin Iskandar, membuka secara resmi Muktamar V Halaqoh BEM Pesantren se-Indonesia yang berlangsung di Universitas Darunnajah, Jakarta Selatan. Kegiatan ini menjadi ajang pertemuan nasional para pemimpin muda pesantren untuk memperkuat kontribusi pesantren terhadap pembangunan bangsa.
Dalam pidatonya, Gus Muhaimin menekankan bahwa tantangan global yang tak menentu menuntut sinergi dan kolaborasi antar elemen bangsa, termasuk pesantren. “Pemerintahan Presiden Prabowo mengajak semua pihak, termasuk komunitas pesantren, untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam mewujudkan Indonesia yang berdaya dan mandiri,” tegasnya di hadapan ratusan peserta.

Beliau juga menggarisbawahi pentingnya pesantren untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, terutama melalui pendidikan dan inovasi. “Pesantren tidak boleh berhenti beradaptasi menghadapi perubahan. Lewat pendidikan dan inovasi, kita harus lahirkan pesantren yang berdaya saing tinggi,” ujarnya.
Secara khusus, Gus Muhaimin memberikan apresiasi terhadap Darunnajah yang dinilainya mampu memadukan antara nilai-nilai tradisi dan semangat kemajuan.
“Darunnajah bisa menjadi teladan dan contoh pesantren transformatif yang memiliki kemampuan memodernisasi diri, tetapi tetap kuat dengan akar budaya tradisinya, dengan semangat mengejar ilmu pengetahuan dan teknologi,” ungkapnya.
Lebih jauh, beliau menyatakan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam upaya pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem. Menurutnya, jaringan pesantren yang luas dan kepedulian sosial yang tinggi merupakan kekuatan besar yang dapat dimanfaatkan untuk pemberdayaan masyarakat.

Muktamar kali ini mengangkat tema “Transformasi Pesantren & Tantangan Keutamaan di Era Digital” sebagai refleksi semangat kolektif santri dalam menjawab tantangan bangsa. Dihadiri ratusan perwakilan BEM Pesantren dari berbagai provinsi di Indonesia, serta tokoh-tokoh pesantren, akademisi, dan pejabat pemerintah.
Menutup sambutannya, Gus Muhaimin menyampaikan harapan besar terhadap peran santri dan pemimpin muda pesantren ke depan.
“Selamat bermuktamar @bempesantrenseindonesia. InshaAllah, Indonesia yang makmur, sejahtera, dan berdaya akan segera terwujud dari tangan-tangan santri yang tangguh dan visioner,” pungkasnya.





