Jakarta, 5 Agustus 2025 – Dalam rangka meningkatkan kesadaran global mengenai krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung di Kashmir, Dr. Much Hasan Darojat, Rektor Universitas Darunnajah, diundang sebagai Keynote Speaker dalam acara bertema “On Going Human Rights Abuses in Illegally Occupied Jammu & Kashmir” yang diselenggarakan di Kedutaan Besar Pakistan, Jakarta. Acara yang berlangsung pada Selasa, 5 Agustus 2025, dari pukul 16.00 hingga 18.00 ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, baik dari kalangan akademisi, diplomat, maupun aktivis hak asasi manusia, yang turut membahas secara mendalam isu-isu hak asasi manusia di Kashmir yang terjebak dalam situasi konflik dan pendudukan ilegal.
Dalam pidatonya yang penuh pengaruh, Dr. Much Hasan Darojat mengungkapkan keprihatinan mendalam terkait pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di wilayah tersebut, menyatakan, “Krisis kemanusiaan yang melanda Jammu dan Kashmir telah menelan lebih dari 70.000 nyawa sejak dimulainya konflik bersenjata. Selain itu, ribuan warga Kashmir mengalami penghilangan paksa dan penyiksaan, dengan kebebasan beragama yang dibatasi, penahanan tanpa pengadilan, dan pemutusan komunikasi yang semakin memperburuk kondisi masyarakat di sana.”

Acara ini tidak hanya menjadi forum diskusi yang penuh dengan informasi, namun juga menjadi sarana untuk mendalami berbagai perspektif terkait pelanggaran hak asasi manusia di Kashmir. Beberapa tokoh akademisi terkemuka turut berperan sebagai pembicara, di antaranya Ibu Astrid Nadya Rizqita, Prof. Dr. Yon Machmudi, Ph.D., dan Dr. Engkos Kosasih, Lc., M.Ag. Para pembicara menggali lebih dalam berbagai dimensi isu ini, mulai dari perspektif politik, sosial, hingga hak asasi manusia, serta menyerukan pentingnya perhatian global dalam menyelesaikan konflik yang sudah berlangsung lama ini.
Para peserta acara sepakat bahwa masyarakat internasional harus lebih tegas dalam menekan pemerintah yang terlibat dalam pendudukan Kashmir dan mendesak upaya diplomatik yang lebih serius guna mendorong solusi damai. Penutupan acara ditandai dengan sebuah jamuan hangat di Kedutaan Besar Pakistan, yang dihadiri oleh Dr. Much Hasan Darojat bersama rombongan Universitas Darunnajah dan beberapa tamu penting lainnya.

“Acara ini menjadi momen penting untuk memperkuat hubungan internasional, khususnya dalam upaya bersama menyelesaikan krisis kemanusiaan di Kashmir,” ungkap Dr. Darojat pada akhir acara. Ia juga menambahkan bahwa Universitas Darunnajah berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam memajukan dialog antarnegara dan memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan.
Acara ini juga memberikan pesan kuat bahwa dunia akademik dan diplomatik harus lebih bersinergi dalam menghadapi masalah hak asasi manusia global, dan agar langkah-langkah diplomatik dapat segera diambil untuk menyelesaikan konflik yang telah merenggut banyak nyawa ini.
Secara keseluruhan, acara ini tidak hanya berhasil memperluas wawasan tentang pentingnya solidaritas internasional dalam menghadapi krisis Kashmir, tetapi juga membuktikan bahwa dialog internasional adalah langkah awal menuju perdamaian dan keadilan bagi seluruh umat manusia.





