Presiden Dan Rektor Universitas Darunnajah Audiensi dengan Dubes RI untuk Uni Emirat Arab, Bahas Potensi Kerja Sama Strategis Pendidikan Islam

Presiden Dan Rektor Universitas Darunnajah Audiensi dengan Dubes RI untuk Uni Emirat Arab, Bahas Potensi Kerja Sama Strategis Pendidikan Islam
Presiden Dan Rektor Universitas Darunnajah Audiensi dengan Dubes RI untuk Uni Emirat Arab, Bahas Potensi Kerja Sama Strategis Pendidikan Islam

Abu Dhabi – Langkah strategis internasionalisasi pendidikan Islam Indonesia mulai dirajut. Dalam sebuah pertemuan bersejarah di Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Abu Dhabi, Senin (27/1), pimpinan pesantren dan perguruan tinggi Islam Indonesia berdialog langsung dengan Duta Besar RI untuk Uni Emirat Arab (UEA), H.E. Judha Nugraha.

Audensi yang dihadiri oleh Presiden dan Rektor Universitas Darunnajah beserta delegasi Perhimpunan Pesantren dan Pendidikan Islam (P2I) ini membuka lembaran baru kerja sama. Tujuannya jelas: membawa pendidikan pesantren dan Islam Indonesia ke panggung global, dengan UEA sebagai mitra strategis pertama di kawasan Timur Tengah.

“Momentum peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia-UEA tahun 2026 ini menjadi waktu yang tepat,” tegas Duta Besar Judha Nugraha dengan penuh semangat. Beliau menegaskan komitmen KBRI Abu Dhabi untuk menjadi jembatan yang menghubungkan ekosistem pendidikan Islam tanah air dengan institusi-institusi terbaik di UEA. “Kerja sama pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi kemajuan kedua bangsa,” tambahnya.

Di ruang audensi KBRI yang khidmat, namun penuh dinamika, dibahas peta jalan kolaborasi yang komprehensif dan visioner. Tak sekadar wacana, pertemuan ini menghasilkan empat pilar kerja sama konkret yang siap dieksekusi:

Pertama, Sinergi Ilmu Pengetahuan. Dunia pesantren yang kaya dengan khazanah keislaman nusantara akan bersinergi dengan universitas ternama UEA dalam bidang penelitian. Fokusnya pada isu-isu kekinian seperti ekonomi syariah, filantropi Islam, pendidikan Islam modern, dan moderasi beragama. Kolaborasi ini akan diperkuat dengan pertukaran peneliti dan penerbitan jurnal ilmiah bersama.

Kedua, Peningkatan Kapasitas Guru & Pengasuh Pesantren. UEA, yang dikenal sebagai hub inovasi dan teknologi, akan menjadi mitra untuk program capacity building. Para pengajar dan pengelola pondok pesantren akan mendapat pelatihan manajemen pendidikan modern, penguasaan teknologi digital, hingga kewirausahaan berbasis Islam.

Ketiga, Membuka Gerbang Beasiswa dan Pertukaran. Salah satu poin paling dinanti adalah program beasiswa S1, S2, dan S3 di universitas-universitas UEA bagi santri dan dosen berprestasi. Tak hanya itu, program pertukaran mahasiswa dan pelatihan vokasi di bidang industri halal, hospitality, dan teknologi informasi juga digodok untuk menyiapkan lulusan yang berdaya saing global.

Keempat, Magang di Negeri Seribu Menara. Para santri dan mahasiswa diberi peluang merasakan pengalaman kerja internasional melalui program magang di berbagai sektor andalan UEA. Mulai dari perbankan syariah, perusahaan teknologi, industri pariwisata halal, hingga lembaga kemanusiaan internasional. Ini adalah upaya nyata mentransformasi lulusan pesantren dari lingkungan lokal langsung ke pasar kerja global.

Presiden Universitas Darunnajah, dalam sambutannya, menyampaikan optimisme yang tinggi. “Santri dan mahasiswa kami harus dipersiapkan menjadi pemimpin yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki kompetensi global,” ujarnya. Beliau menekankan bahwa pertemuan ini adalah langkah awal dari perjalanan panjang untuk memperluas jaringan internasional.

Delegasi P2I pun tak tinggal diam. Mereka langsung menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti dengan penyusunan proposal detail, salah satunya program pelatihan bahasa Arab intensif bagi dunia pesantren.

Suasana di akhir audensi terasa hangat dan penuh harapan. Jabat tangan erat antara Dubes Judha Nugraha dan para pimpinan pesantren bukan sekadar formalitas, melainkan simbol dimulainya sebuah new chapter. Audiensi ini bukan akhir, melainkan sebuah prolog dari babak baru di mana pendidikan Islam Indonesia, dengan kekhasan pesantrennya, siap berkolaborasi, bertukar ilmu, dan menunjukkan kontribusinya pada peradaban global.

Era baru kerja sama pendidikan Islam Indonesia-UEA telah dimulai. Tonggak sejarah itu kini telah ditancapkan di Abu Dhabi, menunggu aksi nyata untuk diwujudkan di tanah air dan di bawah langit Emirat.

Penulis: tim publikasi darunnajah