Sharjah – Cahaya matahari Gurun Arab menyinari kampus megah University of Sharjah (UoS), menyambut sebuah pertemuan bersejarah. Di ruang pertemuan utama, deretan profesor dan akademisi terkemuka UoS duduk berdampingan dengan delegasi Indonesia yang terdiri dari pimpinan Universitas Darunnajah dan para pengasuh pesantren bernaung di bawah Perhimpunan Pengasuh Pesantren Indonesia (P2I). Suasana bukan saja khidmat, tapi penuh gelora semangat untuk memulai sebuah babak baru.
Chancellor University of Sharjah, Prof. Dr. Esameldin Agamy, dengan ramah menyambut para tamu dari Nusantara. Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan sebuah landmark meeting yang bertujuan merajut benang-benang kolaborasi antara kedua belah pihak
“Kami sangat menghargai dan tertarik dengan kekayaan tradisi pesantren di Indonesia,” ujar Prof. Agamy, membuka pembicaraan. University of Sharjah, yang didirikan pada 1997 dan memiliki lebih dari 150 program terakreditasi, melihat potensi kolaborasi yang luar biasa dengan dunia pendidikan Islam Indonesia.

a.Sinergi Ilmu dari Syariah hingga Sains
Dialog berlangsung dinamis, dipandu oleh visi bersama untuk menjawab tantangan global. Para profesor UoS dari berbagai disiplin ilmu secara antusias menyodorkan bidang-bidang potensial untuk kerja sama riset. Gelombang pertama fokus pada Islamic Studies dan Ekonomi Syariah, mengangkat isu kontemporer seperti fintech halal dan manajemen wakaf modern.
Namun, ruang kolaborasi ternyata lebih luas. “Kami juga terbuka untuk riset di bidang sosial, pendidikan, bahkan ilmu kesehatan dan kedokteran dengan perspektif etika Islam,” ujar salah satu profesor. Ini merupakan sinyal kuat bahwa kolaborasi tidak dibatasi oleh label ‘keislaman’ semata, melainkan menyentuh seluruh spektrum ilmu untuk kemaslahatan umat.
b.Dari Pelatihan Dosen hingga Pertukaran Mahasiswa
Di meja perundingan, peta pengembangan sumber daya manusia dirancang dengan sangat detail. UoS menawarkan program Faculty Development dan Leadership Training bagi dosen dan pimpinan pesantren Indonesia. Skema beasiswa S2/S3, pertukaran mahasiswa (student exchange), hingga program visiting professor menjadi menu utama yang disepakati.
Kerja sama pengembangan SDM menjadi salah satu fokus utama pembahasan. Beberapa program yang diusulkan meliputi beasiswa studi lanjut (S1, S2 dan S3) bagi dosen dan santri berprestasi di universitas-universitas UEA, program pertukaran mahasiswa dan dosen, pelatihan vokasional di bidang hospitality, teknologi informasi, dan industri halal, serta sertifikasi kompetensi berstandar internasional bagi lulusan pesantren dan perguruan tinggi Islam.
c.ICOP 2026: Panggung Dunia untuk Pesantren
Puncak antusiasme terlihat ketika pembicaraan mengerucut pada International Conference on Pesantren (ICOP) 2026, yang akan diselenggarakan di Universitas Darunnajah. Chancellor Prof. Agamy dan sejumlah profesor langsung menyatakan minat kuat untuk hadir, bahkan bersedia menjadi pembicara kunci (keynote speaker).
“ICOP 2026 akan menjadi platform strategis untuk mempertemukan akademisi global dan memulai kolaborasi riset yang lebih intensif,” tegas Prof. Agamy. Komitmen ini bukan sekadar janji, melainkan langkah nyata pertama yang akan segera dieksekusi.
d.Komitmen dan Tindak Lanjut Nyata
Presiden Universitas Darunnajah, dalam sambutan penuh syukur, menegaskan bahwa pertemuan ini adalah momen bersejarah. “Kerja sama ini akan membuka cakrawala baru. Kami berkomitmen penuh untuk menindaklanjutinya,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, kedua belah pihak langsung menyepakati rencana tindak lanjut:
Konfirmasi keikutsertaan delegasi UoS dalam ICOP 2026.
Penyusunan tim perumus proposal riset bersama.
Persiapan kunjungan balasan para profesor UoS ke Indonesia untuk melihat langsung kehidupan pesantren.
Di akhir pertemuan, jabat tangan dan senyum mengembang mengiringi penandatanganan nota kesepahaman. Suasana ruangan dipenuhi oleh harapan baru. Audiensi ini lebih dari sekadar diplomasi akademik; ini adalah pertemuan dua arus peradaban yang saling melengkapi. University of Sharjah dengan keunggulan teknologi dan penelitiannya, bersinergi dengan Pesantren dan Universitas Darunnajah yang kaya akan tradisi, nilai, dan kaderisasi.
Era baru kolaborasi pendidikan Islam global telah dimulai. Dari kampus megah di Sharjah, gaungnya akan segera sampai ke pesantren-pesantren di seantero Nusantara, membuka pintu bagi santri-santri Indonesia untuk menguasai panggung dunia.
Penulis: Tim Publikasi Darunnajah




