Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Darunnajah, Dr. Muhammad Irfanudin Kurniawan, M.Ag., Ph.D., menunjukkan peran aktifnya dalam kegiatan Silaturahim Nasional Pesantren Muadalah Muallimin yang dirangkaikan dengan Workshop Manajemen Pesantren. Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi akademisi dan praktisi pesantren untuk memperkuat tata kelola pendidikan Islam berbasis tradisi dan inovasi.

Workshop tersebut diselenggarakan pada Jumat malam, 23 Januari 2026, bertempat di Pondok Pesantren MTA, Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Acara dimulai pukul 19.30 WIB dan dihadiri oleh para pimpinan pesantren, akademisi, serta pemerhati pendidikan Islam dari berbagai daerah di Indonesia.
Kegiatan ini menghadirkan Dr. Muhammad Irfanudin Kurniawan sebagai salah satu narasumber utama bersama Dr. Yulizar Djamaluddin Sanrego, M.Ec. Keduanya membahas penguatan tata kelola dan manajemen pesantren muadalah agar mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan identitas keislaman.

Dalam paparannya, Dr. Irfanudin menekankan pentingnya integrasi antara nilai-nilai kepesantrenan dengan manajemen modern yang profesional dan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa pesantren muadalah memiliki potensi besar untuk menjadi lembaga pendidikan unggul apabila dikelola dengan sistem yang adaptif dan akuntabel.
Workshop ini diselenggarakan sebagai respons atas dinamika pengelolaan pesantren yang semakin kompleks di era globalisasi dan digitalisasi. Melalui forum silaturahim nasional, para peserta diajak berdiskusi dan berbagi praktik terbaik dalam pengelolaan kurikulum, sumber daya manusia, serta keuangan pesantren.
Keikutsertaan Dr. Muhammad Irfanudin Kurniawan dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen Universitas Darunnajah dalam mendukung pengembangan pesantren di tingkat nasional. Fakultas Agama Islam secara konsisten mendorong dosennya untuk berkontribusi aktif dalam penguatan pendidikan Islam berbasis riset dan pengabdian.

Menurut panitia, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi titik temu antara akademisi dan pengelola pesantren dalam merumuskan arah pengembangan pesantren muadalah ke depan. Sinergi ini dinilai penting untuk meningkatkan daya saing pesantren di tengah perubahan sosial yang cepat.
Melalui workshop ini, Universitas Darunnajah kembali menegaskan perannya sebagai institusi yang tidak hanya fokus pada pengajaran, tetapi juga aktif dalam pengembangan keilmuan dan praktik pendidikan Islam. Kehadiran dosen FAI dalam forum nasional tersebut menjadi bukti nyata kontribusi kampus dalam membangun pesantren yang unggul dan berdaya saing.




