Penguatan Kompetensi Layanan Psikologis, Darunnajah Assessment Development Center (DADC) Hadiri Forum SEJIWA

Penguatan Kompetensi Layanan Psikologis, Darunnajah Assessment Development Center (DADC) Hadiri Forum SEJIWA
Penguatan Kompetensi Layanan Psikologis, Darunnajah Assessment Development Center (DADC) Hadiri Forum SEJIWA

Koordinator Darunnajah Assessment Development Center (DADC), Huda Saifullah Kamalie, M.Psi., Psikolog mengikuti kegiatan Penguatan Kapasitas bagi Pemberi Layanan Online dan Offline kepada Korban Kekerasan pada Anak dan Perempuan yang diselenggarakan oleh Yayasan Semai Jiwa Amini (SEJIWA). Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi para praktisi kesehatan mental untuk memperkuat kompetensi layanan pendampingan korban kekerasan di Indonesia.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 10 Februari 2026, bertempat di Sultan Hotel & Convention Jakarta, dan diikuti oleh psikolog, konselor, serta pendamping korban dari berbagai lembaga. Acara ini berlangsung sejak pagi hingga sore hari dengan rangkaian sesi pemaparan, diskusi, dan penguatan jejaring antarpenyedia layanan.

SEJIWA sebagai penyelenggara menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas, standar, dan kolaborasi layanan konseling serta pendampingan korban kekerasan, khususnya anak dan perempuan. Fokus utama diarahkan pada respons terhadap kekerasan seksual yang terjadi baik di ruang daring maupun luring.

Penguatan Kompetensi Layanan Psikologis, Darunnajah Assessment Development Center (DADC) Hadiri Forum SEJIWA

Dalam kegiatan tersebut, Huda Saifullah Kamalie hadir sebagai perwakilan dari Darunnajah Assessment Development Center untuk menyerap pengetahuan dan praktik baik yang relevan dengan penguatan layanan psikologis. Kehadiran ini mencerminkan komitmen Darunnajah dalam mendukung upaya perlindungan anak dan perempuan melalui pendekatan profesional berbasis kesehatan mental.

Berbagai pemangku kepentingan turut terlibat, mulai dari kementerian, lembaga negara, organisasi masyarakat sipil, hingga perwakilan platform digital global. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai penting untuk menjawab kompleksitas tantangan kekerasan terhadap anak dan perempuan di era digital.

Materi yang dibahas mencakup standar layanan korban, keamanan anak di ruang digital, pemahaman community guidelines platform digital, serta mekanisme pelaporan dan pendampingan kasus. Diskusi tersebut memberikan perspektif komprehensif bagi peserta dalam menangani kasus secara etis, aman, dan berorientasi pada pemulihan korban.

Menurut penyelenggara, meningkatnya penggunaan internet telah memperluas risiko eksploitasi dan kekerasan seksual terhadap anak dan remaja. Oleh karena itu, penguatan kapasitas penyedia layanan menjadi langkah preventif dan responsif yang tidak dapat ditunda.

Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan ini, DADC diharapkan dapat mengintegrasikan hasil penguatan kapasitas ke dalam layanan dan program internalnya. Upaya ini sekaligus menegaskan peran institusi pendidikan dan psikolog dalam membangun ekosistem perlindungan anak dan perempuan yang berkelanjutan.

Add Universitas Darunnajah as a preferred source on Google.