Jakarta – Pesantren dan Universitas Darunnajah Jakarta akan menerima kunjungan dari Muhammad Kamil bin Abdul Munim, seorang tokoh muda Malaysia pada hari Kamis, 14 November 2024. Kunjungan ini menjadi sorotan karena selain membawa nuansa persahabatan antarnegara, kunjungan tersebut juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi antara kedua negara. Dalam kesempatan tersebut, rombongan tamu yang terdiri dari empat orang ini disambut langsung oleh Universitas Darunnajah, termasuk Dr. K.H. Busthomi Ibrohim, M.Ag., sebagai Ketua Yayasan Darunnajah; Dr. Much Hasan Darojat selaku Rektor Universitas Darunnajah; dan Dr. Muhammad Irfanudin Kurniawan, M.Ag., Wakil Rektor III Universitas Darunnajah.
Kunjungan ini bertujuan untuk memperdalam hubungan antara Malaysia dan Indonesia, khususnya dalam bidang pendidikan. Muhammad Kamil, yang dikenal luas di Malaysia sebagai figur politik yang karismatik dan memiliki gaya kepemimpinan mirip dengan Datuk Seri Anwar Ibrahim ketika muda, mengungkapkan keinginannya untuk mempelajari lebih dalam mengenai sistem pendidikan pondok pesantren di Indonesia. Dalam diskusi yang berlangsung hangat, Kamil berharap bisa mendapatkan wawasan baru mengenai cara-cara pesantren di Indonesia dalam mencetak generasi muda yang berkarakter, serta menjalin kerja sama lebih lanjut di masa depan.
Selain itu, kunjungan ini merupakan kelanjutan dari silaturahmi yang telah terjalin antara pihak Muhammad Kamil dan Yang Amat Berhormat (YAB) Anwar Ibrahim, yang merupakan Perdana Menteri Malaysia. Kamil, yang sering dipanggil “The Next Anwar Ibrahim” oleh masyarakat Malaysia, berharap kunjungan ini dapat membawa dampak positif bagi perkembangan pendidikan pesantren dan universitas di Indonesia, serta memperkokoh hubungan antar lembaga pendidikan antara kedua negara.
Pihak Darunnajah menyampaikan harapan agar kunjungan ini dapat membawa berkah dan memberikan dampak yang positif tidak hanya bagi lembaga pendidikan tersebut, tetapi juga untuk perkembangan pendidikan agama dan karakter di kedua negara.
Kunjungan Muhammad Kamil bin Abdul Munim ini menandai sebuah babak baru dalam hubungan pendidikan Indonesia-Malaysia. Melalui agenda yang penuh makna ini, diharapkan dapat tercipta kolaborasi yang saling menguntungkan dan membawa kebaikan bagi kedua negara, khususnya dalam upaya mencetak pemimpin masa depan yang berintegritas dan berkualitas.
Penulis: Desty




