وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
“Dan orang-orang yang berkata, ‘Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa’,” (QS al-Furqan: 74).
Merawat cinta dalam sebuah rumah tangga merupakan tantangan yang sering kali dihadapi oleh setiap pasangan, baik Ayah maupun Bunda. Walaupun tidak selalu mudah, menjaga cinta sebagai bunga yang harus terus dirawat dan dipelihara adalah kunci untuk keharmonisan dan kebahagiaan keluarga. Cinta dalam pernikahan bukan hanya soal perasaan romantis, tetapi juga tentang komitmen, pengertian, dan usaha berkelanjutan.
Dalam kehidupan sehari-hari, rutinitas dan tekanan dapat menguji kekuatan cinta. Namun, penting untuk diingat bahwa cinta memerlukan perhatian dan pemeliharaan, sama seperti bunga yang memerlukan air dan sinar matahari untuk tumbuh. Ayah dan Bunda perlu saling memberi dukungan emosional, meluangkan waktu untuk berbicara secara terbuka, dan menunjukkan penghargaan satu sama lain. Kegiatan sederhana seperti berbagi waktu berkualitas atau mengungkapkan rasa terima kasih dapat membantu memperkuat ikatan cinta dalam rumah tangga.
Meski menghadapi tantangan, menjaga cinta sebagai pusat dari hubungan suami istri memungkinkan setiap pasangan untuk menghadapi berbagai rintangan bersama dengan lebih kuat. Dengan saling memahami dan berkomitmen untuk merawat hubungan, cinta dalam rumah tangga dapat tetap tumbuh dan berkembang, membawa kebahagiaan dan keharmonisan yang abadi. Cinta yang terus dipelihara akan menjadi pondasi kokoh bagi keluarga, memastikan bahwa hubungan tetap indah dan penuh makna sepanjang perjalanan hidup bersama.
Sakinah family Center




