Menggugat Imamah: Sebuah Telaah Kritis atas Doktrin Syiah
Buku “Akademisi Syiah Menggugat Imamah” karya saudara Muhammad Irfanudin Kurniawan mendapat respon hangat Prof. Dr. Mohammad Baharun, Guru Besar Sosiologi Agama, juga penulis beberapa buku tentang Syiah seperti ‘Epistimologi antagonisme syiah dari imamah sampai mutah’ dan buku lainnya.
Baharun berpendapat, buku Imamah tulisan Muhammad Irfanudin Kurniawan menghadirkan analisis mendalam tentang doktrin imamah dalam Islam Syiah.
“Buku tersebut ditulis melalui pendekatan kritis dan analitis, buku ini mengupas tuntas berbagai aspek imamah, mulai dari landasan teologis hingga implikasi historisnya”.
Salah satu aspek yang dilihat penting oleh prof. Sosiologi ini adalah pembahasan menelisik makna “imam” dan “aimmah” dalam al-Quran. Baharun menunjukkan bahwa kedua istilah tersebut memiliki makna generik dan tidak secara spesifik merujuk pada kepemimpinan spiritual atau politik.
Ia juga mencontohkan penggunaan “imam” dalam QS 23:12 yang merujuk pada Lauh Mahfudz, serta dalam QS 11:17 dan 46:12 yang merujuk pada kitab yang diturunkan kepada Musa. Lebih lanjut, Baharun menunjukkan bahwa “aimmah” dalam bentuk jamak dapat merujuk pada “pemimpin atau imam-imam kekufuran” (QS 9:12).
Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa rumusan prinsip imamah Syiah tidak memiliki dasar yang kuat dalam tafsir al-Quran.
Oleh sebab itu buku ini akan Lebih jauh, mengkaji argumentasi imamah bagi Syiah Ithna Asyariah dari perspektif historis.
Penulis berhasil menunjukkan bahwa terdapat keraguan yang terus-menerus mengenai keberadaan Imam ke-11 dan Imam ke-13. Hilangnya karakter Al-Mahdi dan misteri seputar putranya menimbulkan pertanyaan tentang kelanjutan garis imamah.
Maka bisa dipastikan buku ini secara komprehensif membahas berbagai aspek imamah, memberikan perspektif baru bagi pembaca untuk memahami doktrin ini secara lebih kritis dan objektif.
Selamat membaca..




