UDN dan UIR Teken Perjanjian Kerjasama di Bidang Pendidikan dan Bisnis
Pekanbaru – Universitas Darunnajah (UDN) dan Universitas Islam Riau (UIR) menandatangani perjanjian kerjasama (MoU) pada Jumat (3/10/2025). Penandatanganan dilakukan oleh Wakil Rektor II UDN, Dr. Samiyono, M.Pd., dan Wakil Rektor III UIR, Assoc. Prof. Dr. Ir. H. Deddy Purnomo Retno, S.T., M.T., di kampus UIR Pekanbaru.
Kerjasama ini mencakup tiga bidang utama, yakni pengembangan bisnis perguruan tinggi, pembentukan pusat kajian halal, dan program pendidikan khusus bagi kader Darunnajah di Sumatra. Penandatanganan MoU ini menjadi tonggak penting dalam upaya kedua institusi pendidikan tinggi Islam untuk memperkuat sinergi dalam bidang akademik dan pengembangan ekonomi berbasis syariah.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas secara mendalam tindak lanjut kerjasama di bidang bisnis antar perguruan tinggi. Kerjasama ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi ekonomi kedua institusi melalui pengembangan unit usaha, program kewirausahaan kampus, dan pemanfaatan aset institusi secara produktif.
Dr. Samiyono menjelaskan bahwa kerjasama bisnis antar perguruan tinggi menjadi kebutuhan strategis di era modern ini. Perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga harus mampu menjadi pusat pengembangan ekonomi yang berkelanjutan. Melalui kerjasama dengan UIR, UDN berharap dapat berbagi pengalaman dan best practices dalam mengelola unit usaha kampus.
Sementara itu, Dr. Deddy Purnomo Retno menyambut baik inisiatif kerjasama ini. UIR yang telah memiliki pengalaman dalam mengelola berbagai unit bisnis kampus siap untuk berbagi pengetahuan dengan UDN. Kedua institusi sepakat untuk saling mendukung dalam pengembangan inkubator bisnis mahasiswa, pelatihan kewirausahaan, dan pengembangan produk-produk inovatif yang dapat dipasarkan secara komersial.
Kerjasama bisnis ini juga akan meliputi pengembangan program magang bersama, pertukaran dosen dalam bidang kewirausahaan, serta kolaborasi dalam penelitian terapan yang berorientasi pada solusi bisnis riil. Kedua pihak menargetkan implementasi program bisnis ini dapat dimulai pada semester genap tahun akademik 2025/2026.
Salah satu poin penting dalam kerjasama ini adalah pembentukan kerjasama turunan di bidang center, khususnya Halal Center. Pusat kajian ini akan difokuskan pada riset, pelatihan, pengembangan industri halal, dan pendampingan sertifikasi halal yang melibatkan kedua institusi.
Pembentukan Halal Center ini merespons kebutuhan industri halal yang terus berkembang di Indonesia dan global. Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia memiliki potensi besar dalam industri halal, namun masih memerlukan pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan lembaga riset yang kredibel.
Halal Center yang akan dikembangkan bersama antara UDN dan UIR diharapkan dapat menjadi wadah bagi pengembangan sertifikasi halal, pendampingan UMKM dalam proses sertifikasi produk halal, serta penelitian terkait produk dan jasa halal yang sesuai dengan standar syariah internasional. Pusat kajian ini juga akan mengembangkan kurikulum dan pelatihan bagi auditor halal serta konsultan halal yang dibutuhkan oleh industri.
Kedua universitas berkomitmen untuk mengintegrasikan keunggulan masing-masing dalam pengembangan Halal Center ini. UDN dengan basis nilai-nilai keislaman yang kuat dan jejaring pesantren akan berkontribusi dalam aspek kajian syariah dan pengembangan SDM berbasis pesantren. Sementara UIR dengan keunggulan di bidang teknik dan pertanian akan fokus pada aspek teknologi pangan, analisis laboratorium, dan pengembangan produk halal.
Poin ketiga dari kerjasama ini adalah program pendidikan khusus bagi kader-kader Darunnajah yang berada di wilayah Sumatra. Program ini memberikan kesempatan bagi mereka untuk melanjutkan pendidikan di jenjang sarjana atau magister, khususnya di bidang pertanian dan agribisnis.
Tujuan program ini adalah untuk membekali kader dengan kompetensi agribisnis yang memadai sehingga dapat mengembangkan usaha perkebunan pondok pesantren yang tersebar di Sumatra. Banyak pondok pesantren di Sumatra memiliki lahan perkebunan yang luas, namun pengelolaannya belum optimal karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang pertanian modern.
UIR akan menjadi mitra pendidikan dalam program ini dengan menyediakan akses pendidikan di Fakultas Pertanian. Program ini akan dirancang secara khusus dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi kader Darunnajah yang sebagian besar sudah aktif mengelola perkebunan pondok. Sistem pembelajaran akan disesuaikan dengan fleksibilitas waktu dan metode yang aplikatif.
Dr. Samiyono menekankan bahwa program ini bukan hanya tentang transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang pemberdayaan ekonomi pesantren. Dengan memiliki kader-kader yang kompeten di bidang pertanian dan agribisnis, pondok pesantren dapat mandiri secara ekonomi dan bahkan menjadi pusat pengembangan agribisnis di wilayahnya masing-masing.
Program pendidikan ini akan mencakup berbagai bidang seperti budidaya tanaman perkebunan, manajemen agribisnis, teknologi pasca panen, pemasaran produk pertanian, dan pengembangan produk olahan berbasis hasil perkebunan. Kurikulum akan disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan dan akan banyak melibatkan praktik lapangan di perkebunan-perkebunan yang sudah maju.

Penandatanganan perjanjian kerjasama ini merupakan langkah awal dari rangkaian program yang akan dijalankan kedua institusi. Setelah penandatanganan MoU, kedua pihak akan segera menyusun Implementation Agreement (IA) yang lebih detail dan teknis untuk masing-masing bidang kerjasama.
Kedua pihak berkomitmen untuk menjalankan kerjasama ini secara konsisten dan terukur demi kemajuan pendidikan tinggi Islam dan pengembangan ekonomi berbasis nilai syariah di Indonesia. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk memastikan implementasi program berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi kedua institusi dan masyarakat luas.
Kerjasama UDN dan UIR ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi antar perguruan tinggi Islam yang saling memperkuat dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan pendidikan dan ekonomi nasional.
Reporter: Arief_Mahendra
Editor: Hakimnur




