Jejak Santri Papua di Darunnajah

Jejak Santri Papua di Darunnajah
Jejak Santri Papua di Darunnajah

Darunnajah bukan sekadar pesantren, tetapi rumah yang merangkul putra-putri bangsa dari berbagai penjuru negeri. Dari ujung timur Indonesia, Papua, tercatat beberapa nama yang pernah menjadi bagian dari keluarga besar Darunnajah melalui program beasiswa.

Mereka adalah Zainuddin Wujage, Najamuddin Iriwa, Termiji, Al Hamit, Al Qodar Agia, dan Ria Iriwa. Sebagian di antara mereka kini melanjutkan kiprahnya, seperti Al Qodar Agia yang mengabdi sebagai guru di sebuah sekolah dasar di Ciputat. Ada pula yang datang melalui jalur bimbingan dari Ustadz Fadlan Gharamatan yaitu Muhammad Zaaf Fadlan Rabbani Al-Garamatan adalah seorang pendakwah, ulama dan tokoh agama yang berasal dari Papua Barat, Indonesia. Fadlan Garamatan merupakan tokoh Papua yang lahir dari keluarga Muslim, dimana sejak kecil ia sudah belajar agama Islam.

Jejak Santri Papua di DarunnajahDi masa awal, beberapa santri Papua juga sempat menimba ilmu di Pondok Pesantren Al-Mansur (Darunnajah 3). Meski sebagian ada yang tidak bertahan hingga selesai, tetap ada nama-nama yang terus melanjutkan perjuangan, salah satunya adalah Zainuddin, yang bertahan dan membuktikan tekadnya.

Tidak hanya lulus dari pesantren Darunnajah, Zainuddin juga lulus dari Universitas Darunnajah (UDN) dan saat ini menjadi direktur departemen Rumah Tangga di Pesantren Al-Harakah Dumai.

Mereka datang dari Sorong, tepatnya kampung Nebes, Negeri Besar/Tarof. Perjalanan jauh mereka menembus ribuan kilometer bukan semata mencari ilmu, tetapi juga membawa harapan keluarga dan tanah kelahiran. Keberanian mereka meninggalkan kampung halaman untuk mondok di Jakarta adalah wujud nyata bahwa pendidikan Islam mampu merangkul dan menyatukan perbedaan.

Jejak Santri Papua di Darunnajah
Peserta Dauroh bahasa Arab di Universitas Islam Madinah

Kisah para santri Papua di Darunnajah adalah kisah tentang perjuangan, pengorbanan, dan keberanian. Bahwa di balik seragam putih santri, tersimpan tekad anak-anak muda dari timur Indonesia untuk menggapai ilmu, menjaga iman, dan kelak kembali mengabdi bagi masyarakatnya.