Eksplorasi Layanan Konseling Modern, Guru BK Darunnajah Lakukan Benchmarking ke MAN IC Serpong

Eksplorasi Layanan Konseling Modern, Guru BK Darunnajah Lakukan Benchmarking ke MAN IC Serpong
Eksplorasi Layanan Konseling Modern, Guru BK Darunnajah Lakukan Benchmarking ke MAN IC Serpong

Serpong, 5 November 2025 — Sebagai bagian dari rangkaian Program Pendampingan dan Penguatan Guru BK Pondok Pesantren Darunnajah, sebanyak 30 guru Bimbingan dan Konseling (BK) dari Darunnajah Pusat dan cabang melakukan kunjungan dan benchmarking ke MAN Insan Cendekia (IC) Serpong.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 5 November 2025 pukul 09.30–13.30 WIB, dan menjadi salah satu agenda penting dari total 16 rangkaian pertemuan dalam program pendampingan yang diselenggarakan oleh Fakultas Agama Islam Universitas Darunnajah (FAI UDN), Darunnajah Assessment and Development Center (DADC) bekerja sama dengan Departemen BK TMI Darunnajah dan Departemen Pengasuhan Santri.

Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Bapak Ipik Ernaka, M.Hum, selaku Wakil Kepala Madrasah Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) di MAN IC Serpong, bersama Ibu Khaeriah Nabhani, M.Pd., selaku guru BK MAN IC Serpong. Dalam sambutannya, Bapak Ipik menjelaskan sejarah singkat MAN IC Serpong yang berdiri sejak tahun 1996 atas prakarsa Bapak B.J. Habibie. Beliau yang telah mengabdi di madrasah tersebut sejak tahun 1998 juga menyampaikan bahwa dulu pernah melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Darunnajah Ulujami. Karena itu, kunjungan kali ini menjadi momentum untuk melanjutkan dan mempererat hubungan baik antara kedua lembaga pendidikan tersebut.

Selain sesi diskusi, peserta juga diajak berkeliling lingkungan MAN IC Serpong untuk melihat langsung berbagai fasilitas pendukung kegiatan belajar dan layanan siswa. Beberapa lokasi yang dikunjungi antara lain ruang Bimbingan Konseling (BK) untuk mempelajari penataan ruang yang nyaman bagi proses konseling, perpustakaan, dan ruang guru.

Dalam kegiatan ini, peserta dibagi menjadi empat kelompok dengan fokus pengamatan berbeda, meliputi:

  1. Manajemen dan Struktur Layanan BK Sekolah,
  2. Instrumen Asesmen dan Dokumentasi BK,
  3. Strategi Pengembangan Karakter dan Bimbingan Karier, dan
  4. Inovasi Program dan Kolaborasi BK dengan Guru Kelas.

Setiap kelompok melakukan observasi, wawancara, dan pencatatan data yang nantinya akan dipresentasikan dalam pertemuan berikutnya. Hasil pengamatan ini akan menjadi bahan penyusunan model layanan BK khas pesantren yang terintegrasi dengan nilai-nilai kepesantrenan.

Kegiatan benchmarking ini bertujuan untuk memperluas wawasan dan praktik profesional para guru BK di lingkungan Darunnajah dalam mengelola layanan konseling di sekolah berbasis pendekatan yang modern, humanis, dan sesuai kebutuhan perkembangan peserta didik.

Dengan kunjungan ini, diharapkan para peserta dapat membawa pulang praktik baik yang relevan dan mengadaptasinya dalam konteks pembinaan santri di masing-masing cabang Darunnajah, yang saat ini telah berkembang menjadi 23 cabang di berbagai kota dan pulau di Indonesia.