Zaman sekarang sudah serba online, baik dari membeli makanan dan pakaian semuanya bisa melakukan dengan transaksi online. Akan tetapi semuanya itu bisa menggunakan dengan pembayaran digital.
Jika kita datang ketukang bakso dekat rumah kita masih banyak yang menggunakan pembayaran cash (tunai). Padahal jika ada pembeli yang lupa untuk membawa uangnya ketika membeli itu akan mempersulit dalam transaksi antar pembeli dan penjual.
Sebelumnya, salah satu dampak dari pandemi covid-19 adalah lumpuhnya perekonomian nasional. Pemerintah menghimbau masyarakat untuk tetap dirumah saja dan tidak boleh melakukan kegiatan diluar rumah, sedangkan kebutuhan sehari-hari harus tetap terpenuhi. Hal tesebut yang membuat masyarakat beralih untuk menggunakan financial technologi atau fintech.
Dengan adanya financial technology ini membuat masyarakat lebih mudah untuk melakukan transaksi keuangan. Sejarah membuktian perkembangan alat pembayaran terus mengalami perubahan bentuk, mulai dari uang logam, uang kertas konvensional, hingga mengalami evolusi berupa data yang dapat ditempatkan pada suatu tempat yang disebut pembayaran elektronik.
Melihat perkembangan teknologi yang begitu pesat dan semakin populer. Bank Sentral Indonesia itu, resmi meluncurkan standar Quick Response (QR) Code untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik, dompet elektronik, atau mobile banking yang disebut QR Code Indonesian Standard (QRIS), bertepatan dengan HUT ke–74 Kemerdekaan Indonesia.
Pembayaran tersebut dikembangkan oleh Bank Indonesia (BI) dan asosiasi sistem pembayaran Indonesia dengan tujuan untuk memudahkan proses transaksi dari pembeli kepada penjual dengan QR Code agar lebih cepat dan lebih terjaga keamanaannya. Dengan menggunakan ini mampu mengintegritaskan seluruh pembayaran non-tunai di Indonesia.
Maka dengan adanya permasalahan ini, kami dari kelompok 2 KKN 2023 melakukan sosilisasi kepada UMKM perihal pembayaran digital berupa QRIS. Apa itu QRIS? QRIS itu adalah yang sering kita dengan ketika melakukan sebuah pembayaran melalui kode QR. QRIS atau yang lebih dikenal dengan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang menjadikan satuan dalam pembayaran digital bisa dari Dana, Ovo & Grab.
Melihat banyaknya sektor ekonomi yaitu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang tersebar di kelurahan ulujami, maka mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Darunnajah membuat program kerja dengan mengajak warga kelurahan ulujami untuk menerapkan Dompet Digital dalam proses jual beli yang aman, mudah dan anti ribet.
Sosialisai dilakukan pada 30 titik UMKM yang tersebar di kelurahan ulujami, Mahasiswa Universitas Darunnajah melakukan wawancara lansung ke toko-toko dan rumah makan yang tersebar, ada beberapa tempat yang sudah menggunakan sistem QRIS seperti rumah makan ayam bakar luwng bahari, bakmie ayam mas pandu, warteg barokah, rumah makan padang, warung ketoprak haji buang.

Bagi pemilik yang belum menggunakan sistem tersebut maka akan ditanyakan apakah ia tertarik dengan sistem metode pembayaran eletronik yang telah dijelaskan, jika tertarik maka mahasiswa akan membantu registrasi secara lansung di toko atau rumah makan tersebut.
Namun ada beberapa toko yang lebih memilih pembayaran tunai dikarenakan sang pemilik berfikir bahwa dengan menggunakan metode non-tunai (cashless) melalui dompet digital akan terkena pajak tambahan, lebih tidak praktis, dan masih bingung cara menggunakannya.
Dompet digital atau e-wallet adalah suatu layanan elektronik yang berperan dalam proses penyimpanan data sekaligus sebagai alternatif sistem pembayaran yang dibuat untuk memudahkan penggunanya untuk melakukan transaksi dengan menggunakan smartphone mereka. Transaksi lebih praktis dan cepat. Bisa digunakan kapanpun dan dimana saja. Banyak promo dan diskon yang ditawarkan di berbagai platform. Transaksi juga lebih aman karena semua Riwayat transaksi tercatat oleh sistem. Dan yang pasti adalah terhindar dari uang palsu.
Maka dengan adanya kami mengadakan kegiatan ini agar mampu mempermudah UMKM yang ada disekitaran Kelurahan Ulujami untuk melakukan sebuah transaksi sehingga kami sebagai pembeli tidak kesulitan jika kami tidak membawa uang cash dan tetap bisa melakukan transaksi dengan menggunakan pembayaran digital tersebut.
Oleh : Nurwida




