Jakarta – Darunnajah kembali menggelar ajang kompetisi bahasa terbesar, Darunnajah Language Competition (DLC) ke-7, yang resmi dibuka pada Sabtu (8/2/2025) di Lapangan Hijau Darunnajah. Acara tahunan ini menjadi wadah bagi para santri untuk mengasah dan menunjukkan kemampuan mereka dalam berbagai bahasa, yaitu Bahasa Arab dan Inggris.
Kompetisi yang berlangsung selama empat hari, mulai 7 hingga 10 Februari 2025, diikuti oleh santri dari berbagai cabang Darunnajah. Para peserta tidak hanya berkompetisi dalam berbagai perlombaan bahasa, tetapi juga mendapatkan pengalaman berharga dalam meningkatkan keterampilan komunikasi dan berpikir kritis. Acara ini menjadi momentum penting dalam membentuk generasi santri yang unggul, kompetitif, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam sambutannya, Presiden Universitas Darunnajah menekankan bahwa DLC ke-7 ini bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga bagian dari upaya Darunnajah dalam mencetak generasi yang mahir berbahasa dan berwawasan luas. “Bahasa adalah kunci dunia. Melalui kompetisi ini, kami ingin memberikan ruang bagi santri untuk terus belajar dan mengembangkan potensi mereka,” ujarnya K.H Hadiyanto Arief, S.H., M.B.S.

Selama kompetisi berlangsung, peserta menunjukkan semangat juang yang tinggi dalam setiap cabang lomba, seperti pidato, podcast, storytelling, dan perlombaan lainnya. Persaingan yang ketat antar-santri semakin memperlihatkan kualitas pendidikan bahasa yang diterapkan di Darunnajah.
Dengan terselenggaranya Darunnajah Language Competition ke-7, diharapkan kegiatan ini membawa dampak positif dan keberkahan, baik bagi santri, pesantren, maupun Universitas Darunnajah. Kompetisi ini menjadi langkah nyata dalam menanamkan nilai-nilai keunggulan dan kesiapan santri dalam menghadapi tantangan global melalui kemampuan bahasa yang mumpuni.




