Jakarta – Dalam upaya memperkuat peran zakat dan wakaf dalam pemberdayaan umat, Pesantren dan Universitas Darunnajah akan menggelar peresmian Lazizwaf Darunnajah pada Senin, 17 Februari 2025 mendatang. Acara ini akan ditandai dengan penandatanganan resmi oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., sebagai bentuk dukungan terhadap pengelolaan zakat dan wakaf yang lebih profesional dan berdampak luas bagi masyarakat.
Bertempat di Gedung Olahraga Darunnajah, acara ini diperkirakan akan dihadiri oleh 4.000 tamu, termasuk Presiden Universitas Darunnajah, civitas akademika Darunnajah, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, CEO Paragon, perwakilan BAZNAS RI, Direktur Bank Muamalat, serta tamu kehormatan lainnya. Kehadiran berbagai tokoh nasional di bidang zakat dan wakaf ini menunjukkan besarnya perhatian terhadap penguatan ekonomi umat melalui pengelolaan dana sosial Islam.
Rangkaian acara akan diawali dengan sambutan dari Presiden Universitas Darunnajah, Dr. K.H. Sofwan Manaf, M.Si. Selanjutnya, Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., akan menyampaikan kuliah umum sekaligus Tarhib bulan Ramadhan.
Peresmian Lazizwaf Darunnajah ini menjadi tonggak penting bagi Pesantren dan Universitas Darunnajah dalam mengelola zakat dan wakaf dengan transparan, akuntabel, serta berbasis pemberdayaan. Diharapkan, lembaga ini mampu menjadi model dalam pengelolaan dana sosial Islam yang tidak hanya berorientasi pada ibadah, tetapi juga berdampak luas pada pembangunan sosial dan ekonomi umat.
Dengan adanya peresmian ini, diharapkan Lazizwaf Darunnajah dapat menjadi motor penggerak dalam menyalurkan dana zakat dan wakaf secara lebih efektif, serta memberikan manfaat yang nyata bagi pendidikan, ekonomi, dan kesejahteraan umat. Acara ini diharapkan membawa keberkahan bagi Pesantren dan Universitas Darunnajah, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan lembaga keuangan syariah dalam membangun ekonomi berbasis keislaman yang lebih maju untuk Indonesia.

