17 Agustus 2024: Merdeka dari Penjajahan Lama, Terjerat Penjajahan Baru?

17 Agustus 2024:Merdeka dari Penjajahan Lama, Terjerat Penjajahan Baru?

Hari ini, 17 Agustus 2024, kita memperingati 79 tahun kemerdekaan Indonesia. Sebuah momen untuk merenung, apakah kita benar-benar merdeka? Apakah kita telah bebas dari belenggu penjajahan, baik yang tampak maupun yang terselubung?

Sayangnya, jawabannya tidak semudah itu. Di tengah euforia kemerdekaan, kita dihadapkan pada realitas pahit: penjajahan gaya baru yang mengancam kedaulatan dan demokrasi kita.

Skenario kotak kosong di Pilkada Jakarta dan daerah lain, yang diiringi dengan upaya memboikot demokrasi, adalah contoh nyata penjajahan ini. Kebebasan memilih, hak dasar warga negara, dikekang oleh kekuatan yang ingin mengendalikan kekuasaan tanpa melalui proses demokrasi yang adil.

Larangan berjilbab untuk pengibar bendera putri di IKN adalah bentuk lain dari penjajahan, kali ini dalam wujud pembenturan antara ajaran agama dan nasionalisme. Aturan ini bukan hanya diskriminatif, tetapi juga mengerdilkan nilai-nilai toleransi dan keragaman yang selama ini menjadi pondasi bangsa Indonesia.

Fakta dan data menunjukkan bahwa Indonesia masih jauh dari kata merdeka yang sempurna. Tingkat kemiskinan, kesenjangan sosial, dan korupsi masih menjadi momok yang menghantui. Kebebasan pers dan hak asasi manusia pun masih terancam.

Kita harus waspada! Penjajahan gaya baru ini lebih licik dan berbahaya. Ia tidak datang dengan senjata dan tank, tetapi dengan manipulasi, intimidasi, dan pembungkaman.

Merdeka sejati bukan hanya tentang kemerdekaan dari penjajah asing, tetapi juga kemerdekaan dari penindasan, ketidakadilan, dan segala bentuk penjajahan yang merampas hak dan martabat manusia.

Mari kita jaga semangat 45! Mari kita lawan segala bentuk penjajahan, baik yang lama maupun yang baru. Mari kita perjuangkan keadilan, demokrasi, dan kemerdekaan sejati untuk seluruh rakyat Indonesia.

17 Agustus 2024, bukan hanya hari peringatan, tetapi juga momentum untuk berjuang. Mari kita bangun Indonesia yang merdeka, adil, dan sejahtera untuk generasi mendatang.

Oleh: Muhammad Irfanudin Kurniawan,
Dosen Universitas Darunnajah