Silaturrahim Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia Komjen Pol (Purn) DR. (HC). H. Syafruddin, M.Si. dengan Darunnajah

0
69

Haji Syafruddin: Tren Sekolah di Pesantren Meningkat

JAKARTA- Ketua Yayasan Indonesia Mengaji Komjen Pol (Purn) DR. (HC) H. Syafruddin, M.Si mengunjungi Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta, 10/2.

Haji Syafruddin disambut oleh Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah KH. Dr. Sofwan Manaf dan pimpinan lainnya. Haji Syafruddin didampingi oleh Wakil Sekjen DMI H. Anizar Masyhadi, Ketua Program DMI H. Buyung Wijaya dan Andi Gasli.

Dalam sambutannya Kiai Sofwan Manaf mengapresiasi dan senang dengan kunjungan haji Syafruddin.

Kiai Sofwan menjelaskan pesantren Darunnajah adalah pesantren wakaf dengan 20 cabang yang santrinya berjumlah lebih dari 13 ribu. Selain pesantren, Darunnajah juga memiliki 3 perguruan tinggi dan tanah wakaf mencapai lebih dari 900 hektar.

Haji Syafruddin menyampaikan bahwa dengan adanya Pandemi tidak mensurutkan semangat dalam belajar dan menuntut ilmu.

Syafruddin menjelaskan bahwa peradaban Islam pernah berjaya dengan imperiumnya dimulai setelah meninggalnya Rosulullah; Khulafa Ar-Rosyidin, bahkan tokoh2 dunia saat itu dikuasi oleh mayoritas umat Islam. Kekuasan Islam saat itu sampai kepada Eropa.

Syafruddin mendorong kepada para santri dan santriwati untuk mempersiapkan diri dalam pergulatan global dimasa depan.

Indonesia menurutnya akan mengalami bonus demografi pada tahun 2030, dimana tatanan kehidupan di Indonesia akan dipegang oleh kalangan muda dibawah 40 tahun.

Syafruddin berharap kelak lulusan2 pondok pesantren akan menyebar dan menjadi penentu masa depan bangsa Indonesia.

Pesantren harus melahirkan para cendekiawan Islam, melahirkan pakar kedokteran, ahli pertanian, ahli strategi dlsbnya, imbuhnya.

Haji Syafruddin menjelaskan bahwa Insya Allah dunia akan kembali kepada siklusnya, dimana Islam akan menjadi lokomotif memimpin dunia ini. Saat ini geliat dan ghiroh para orsng tua mensekolahkan anak-anaknya di pesantren trennya meningkat, ini membuktikan adanya kepercayaan yang tinggi terhadap pola pendidikan Islam di Indonesia; Pesantren.

“Saya berharap para santri membaca buku, bacaan kalian akan menjadi referensi yang kuat, yang kemudian hari akan menjadi sangat penting dalam kehidupan”, tegasnya.