Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) menjadi tuan rumah dalam silaturahmi antara Sekolah Islam Nur Al-Azhar (SINAR), Port Dickson dan Universitas Darunnajah Jakarta pada tanggal 22 Juni 2023. Kedua institusi ini menjajaki kemungkinan untuk menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) guna meningkatkan kerjasama di bidang pendidikan.

Hadir dalam acara ini adalah Ustaz Rohidzir Rais, Mudir dan Pendiri Sekolah Islam Nur Al-Azhar (SINAR), Prof. Dr. Irwan bin Mohd Subri, Profesor Fakultas Syariah dan Undang-Undang dari USIM, yang juga menjabat sebagai Ketua Sekolah Islam Nur Al-Azhar (SINAR). Turut hadir juga Dr. Akbar Sarif, Wakil Mudir bidang Akademik SINAR.

Dalam pertemuan tersebut, Ustaz Rohidzir dan Prof. Irwan menjelaskan program unggulan yang ada di Sekolah Islam Nur Al-Azhar (SINAR), yang bertujuan untuk mempercepat masa pendidikan siswa di Malaysia. SINAR telah berhasil mengantarkan para alumni mereka diterima di tingkat Tsanawiyah Al-Azhar, setara dengan jenjang Aliyah di Indonesia.

Sehingga kini, SINAR telah berjaya menghantar 24 orang pelajarnya ke Ma’had al-Buuth al-Azhar yang dalam lingkungan usia 13-17 tahun. Daripada jumlah ini, 8 orang pelajarnya telah berjaya memasuki Universitas al-Azhar dalam bidang Usuluddin, Syariah dan Bahasa Arab. Malah pelajar pertama yang memasuki universitas ini baru berusia 15 tahun pada tahun lepas dan berjaya dengan cemerlang pada tahun 1 pengajian dengan pangkat Jayyid Jiddan (2 jayyid, 6 jayyid jiddan dan 8 mumtaz).

Prof. Irwan berharap SINAR dapat menjalin kerjasama dan mengadakan MoU dengan Pesantren dan Universitas Darunnajah. Hal ini diharapkan agar para alumni dari SINAR dapat diakui di Universitas Darunnajah dan melanjutkan studi dengan usia yang lebih muda. “Program kami memungkinkan alumni SINAR untuk kuliah pada usia 14-15 tahun, tiga hingga empat tahun lebih cepat dari yang umum terjadi di Malaysia,” ujar Prof. Irwan. Juga membuka ruang untuk pelajar-pelajar muda ini meyambung pelajaran mereka ke Universitas al-Azhar melalui Universitas Darunnajah.

Selanjutnya, Dr. Muhammad Irfanudin Kurniawan M.Ag, wakil rektor bidang akademik Universitas Darunnajah, menjelaskan tentang pesantren dan Universitas Darunnajah yang telah berusia lebih dari 60 tahun dengan 22 cabang, 14.000 santri, dan puluhan ribu alumni. Darunnajah juga telah menjalin kerjasama internasional dengan universitas-universitas ternama seperti Al-Azhar di Mesir, Universitas Madinah, serta beberapa universitas di negara-negara Barat dan Timur.

Dr. Irfanudin menyampaikan bahwa Universitas Darunnajah terbuka untuk menjalin kerjasama yang dapat memperkuat institusi-institusi tersebut. Dalam silaturahmi ini, juga dibahas kemungkinan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional dari Universitas Darunnajah yang akan dilakukan di Sekolah Islam Nur Al-Azhar (SINAR).

Sementara Ustaz Rohidzir Rais pula menawarkan perkongsian pengalaman dan silibus yang digunakan di SINAR bagi melahirkan pelajar cemerlang dalam usia muda kepada pihak Darunnajah.

Pertemuan ini diakhiri dengan rencana kunjungan kedua lembaga ke institusi masing-masing untuk memahami lebih dalam mengenai bidang akademik dan potensi kerjasama lainnya.