Mengenal Sindrom FoMo Pada Kegiatan PBAK Universitas Darunnajah

0
45

Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) bagi mahasiswa baru Universitas Darunnajah dilaksanakan pada hari Senin, 20 Februari 2023 dihadiri langsung oleh Presiden Universitas Dr. Sofwan Manaf, M.Si, dan Rektor Dr. Muhammad Hasan Darojat bertempat di Aula Ibnu Rusyd.

Dr. Sofwan Manaf, M.Si., Pada saat sambutan di acara PBAK Mahasiswa Lazis Assalam Fil’alamin

Pada saat sambutan Dr. Sofwan Manaf menyampaikan bahwa mahasiswa datang dari berbagai macam latar belakang beragam dan berasal dari seluruh pelosok Indonesia.

Di ibukota ini dengan beragam kemudahan fasilitas transportasi dan informasi, mahasiswa harus bisa mempergunakan dengan sebaik mungkin dan dapat memilah mana yang baik serta mana yang tidak bermanfaat.

Dengan perkembangan teknologi yang begitu cepat, setiap orang kini bisa memiliki satu alat komunikasi dengan berbagai fitur canggih tersemat didalamnya. Dalam satu genggaman dengan satu sentuhan jari berjuta informasi siap membanjiri layar handphone kita.

Kapanpun dan dimanapun berada kita dapat mengakses informasi secara bebas selagi masih ada jaringan internet terhubung dengan handphone. Di berbagai tempat ramai bisa kita jumpai orang-orang yang asik memainkan telepon pintarnya, ada yang membuka facebook, instagram, whatsapp, dan lain sebagainya.

Tanpa kita sadari keragaman dan kecepatan informasi yang dibawa media sosial mampu membuat orang merasa takut, khawatir, gelisah, kalau tidak sampai kurang mengikuti perkembangan zaman.

Jangan sampai kita diperbudak oleh smartphone, jangan sampai kita terpedaya oleh handphone, jangan sampai kita dipekerjakan oleh alat komunikasi ini. Sebagai mahasiswa harus bisa memanfaatkan smartphone dengan sebaik mungkin untuk menunjang tugas belajar, kita yang harus menguasai smartphone jangan malah sebalikanya smartphone yang menguasai kita, terang Dr. Sofwan Manaf yang juga merupakan pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah.

Hati-hatilah jika kita sudah merasa khawatir, gelisah, dan takut kalau tidak terhubung dengan media sosial beberapa saat saja mungkin saja kita sudah terkena sindrom FoMO (Fear of Missing Out).

Pertanyaan pentingnya adalah: apakah kamu terkena sindrom fomo? jika anda menjawab ya pada sebagian pertanyaan di bawah ini, maka kemungkinan anda mengalaminya.

  1. Apakah anda selalu membuka dan membaca akun sosial media dengan seksama, seperti facebook, Instagram, twitter, dan lain sebaginya setiap beberapa menit sekali, bahkan saat mau tidur atau bangun tidur karena ingin mengetahuai apa yang teman-teman anda sedang lakukan?
  2. Saat ada rapat di kantor dan anda tidak diundang, apakah anda langsung mencari tahu mengapa anda tidak ikut diundang ke rapat tersebut?
  3. Apakah anda selalu melakukan update status di sosial media saat sedang berada di suatu acara yang menyenangkan?
  4. Apakah anda selalu menunggu-nunggu notifikasi (pemberitahuan) teman karena ikut berkomentar pada wall seseorang?
  5. Apakah anda selalu penasaran dengan kronologi/timeline, atau status seseorang?
  6. Apakah anda selalu merasa kehilangan/khawatir jika paket data anda habis atau bahkan handphone anda ketinggalan?
  7. Apakah dalam sehari anda bisa menghabiskan waktu 2 jam atau lebih untuk membuka dan bermain media sosial?
  8. Memiliki obsesi berlebihan pada like, love, dan comment pada media sosial
  9. Lebih memilih hidup dalam kebohongan media sosial (pencitraan) padahal di kehidupan nyata belum tentu begitu.

Tidak bisa dipungkiri kalau dunia media sosial bisa mengubah banyak hal, baik positif atau negatif, sadar atau tidak. Salah satu sisi negatif dan kebanyakan tidak disadari para pengguna media sosial adalah sindrom FoMO (Fear of Missing Out), yaitu ketakutan akan ketertinggalan informasi sepanjang waktu.

Apakah kita mempunyai ciri-ciri seperti tersebut diatas?

By: Ahmad Awaludin

Official Account University of Darunnajah:
Penerimaan: www.darunnajah.ac.id/pmb
Whatsapp: 081222001443081240001302