Melalui Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), Mahasiswa MPI Universitas Darunnajah Menggali Sistem dan Manajemen Pendidikan di Tarbiyatul Mu’allimin Wal Mu’allimat Al-Islamiyah Darunnajah

0
57

Dalam bulan Oktober dan November 2022, Mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Darunnajah Program Studi Hukum keluarga Islam (HKI), Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyyah (PGMI), dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) melaksanan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Seluruh mahasiswa/I semeseter 5 melaksanakan PPL secara berkelompok di Lembaga mitra. Salah satunya, kelompok 5, melaksanakan PPL di MA Darunnajah sebagai bagian dari Tarbiyatul Mu’allimin wal Mu’allimat al-Islamiyyah (TMI) Pondok Pesantren Darunnajah.

Pondok Pesantren Darunnajah adalah Pesantren Modern yang berkembang di 20 lokasi di seluruh Indonesia. Dari Jakarta, Bogor, Tangerang, Banten, Bengkulu, Riau, Lampung, sampai Kalimantan. Ada 64 satuan Pendidikan dengan 10 ribu santri dan insya Allah terus bertambah. Jenjang pendidikan di Darunnajah lengkap dari Paud, TK, SD, TMI (setara SLTP/SLTA atau setingkat SMP/Mts – SMA/Madrasah Aliyah) sampai Perguruan Tinggi, juga Tahfidz Al-Qur’an. Dalam jenjang pendidikan anak usia dini, Sekolah Dasar, dan Menengah di Pesantren Darunnajah, khususnya di Jakarta, telah mendapatkan akreditasi A dan diakui kualitasnya oleh pemerintah dan masyarakat. Pondok Pesantren Darunnajah mengaplikasikan nilai-nilai luhur di dalam semua aspek kehidupannya seperti nilai keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, ukhuwah islamiyah, dan kebebasan. Pesantren mendidik santri-santrinya untuk bertaqwa kepada Allah SWT, berakhlak mulia berbadan sehat, berwawasan luas, kreatif dan terampil. Santri dididik untuk selalu semangat beribadah, berdakwah, berjuang, mengabdi dan mengamalkan ilmunya di masyarakat. Santri-santri Darunnajah banyak dikenal sebagai pribadi yang baik, sopan, santun, pintar, terampil dan berprestasi.

Selama PPL, mahasiswa mengobservasi dan melakukan wawancara dengan personel TMI Darunnajah khususnya tentang sistem dan manajemen pendidikan. Berikut beberapa unit yang dipelajari mahasiswa kelompok 5:

  1. MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DARUNNAJAHPesantren darunnajah yang kaya akan SDM (Sumber Daya Manusia) terus tingkatkan kualitas dengan menciptakan berbagai macam wahana pengembangan ilmu pengetahuan. Salah satu program tersebut adalah penugasan dan pelatihan oleh para guru

    Teknisinya para guru di tugaskan untuk dapat mengikuti pelatihan yang diadakan oleh departemen SDM darunnajah. Dalam hal itu para guru mendapatkan ilmu baru untuk pengembanagan diri dan diberikan waktu untuk berbagi, berdiskusi dan tukar pendapat satu sama lain.

    Pondok Pesantren Darunnajah juga melaksanakan penyegaran untuk selalu meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran, baik berupa fasilitas pendidikan hingga tingkat kesarjanaan maupun dalam bentuk pelatihan jangka pendek atau berupa kunjungan ke lembaga-lembaga pendidikan lain guna memberikan masukan terhadap kemajuan lembaga pesantren.

    Pondok Pesantren Darunnajah menganut sistem kepemimpinan kolektif, dimana pimpinan tertinggi dipegang oleh tiga orang sekaligus dengan pembagian kerja sesuai keahlian masing-masing personal.

    Pendidikan adalah program inti Pondok Pesantren Darunnajah yang tentu saja harus ditopang dan didukung dengan program-program lainnya. Pondok Pesantren Darunnajah menerapkan sistem pendidikan terpadu, dimana kekurangan sistem akan diisi dengan kelebihan sistem lainnya.

    2. MANAJEMEN UNIT USAHA DARUNNAJAH
    Pondok pesantren Darunnajah memiliki berbagai bidang usaha di dalam pondok dan luar pondok yang mana unit usaha pondok pesantren darunnajah ini ada yang orientasinya Profit oriented dan non Profit oriented Profit Oriented : Pondok pesantren darunnajah membangun unit usaha yang memghasilkan profit besar untuk keberlangsungan pondok yang mana sesuai dengan panca jiwa pondok yaitu berdikari. Sedangkan Non Profit Oriented : disini pondok pesantren membangun unit usaha kecil-kecilan guna melatih jiwa kewirausahan santri dalam berwirausaha dan kebanyakan yang memimpin unit usaha adalah para guru itu sendiri dan Para guru pengelola unit usaha tersebut tidak dibayar. Namun, dengan ikut mengelola unit usaha, para guru dapat belajar banyak hal. Sebab, bagi pondok, unit usaha juga merupakan sarana pendidikan: pendidikan tanggung jawab dan kejujuran.
    3. MANAJEMEN PENGASUHAN SANTRI DARUNNAJAH
    Darunnajah yang memiliki visi untuk menyiapkan kader-kader umat yang mutafaqqih fiddin untuk pemimp in masa depan, terus berusaha mem bumikan idealisme ini dalam proses pendidikan kepada para santri. Aktif itas mereka akan menjalani misi-mi si lembaga yang berbunyi “mencetak manusia yang; beriman dan bertak wa, berakhlak mulia, berpengetahuan luas, sehat dan kuat, trampil dan ulet, mandiri dan mampu bersaing, kritis, problem solver, jujur, komunikatif, dan berjiwa juang.” Dengan mereka fokus berada di kampus selama dua puluh empat jam, dapat didi dik secara serius untuk mengikuti program harian, bulanan, semnes teran, dan tahunan yang mengacu kepada visi dan misi diatas. Untuk menerapkan semua aktifitas di atas, Darunnajah menyandarkan pada fitur-fitur yang menjadi akar filosofis sebagai pijakan untuk bergerak.

    Darunnajah yang memiliki visi untuk menyiapkan kader-kader umat yang mutafaqqih fiddin untuk pemimp in masa depan, terus berusaha mem bumikan idealisme ini dalam proses pendidikan kepada para santri. Aktif itas mereka akan menjalani misi-mi si lembaga yang berbunyi “mencetak manusia yang; beriman dan bertak wa, berakhlak mulia, berpengetahuan luas, sehat dan kuat, trampil dan ulet, mandiri dan mampu bersaing, kritis, problem solver, jujur, komunikatif, dan berjiwa juang.” Dengan mereka fokus berada di kampus selama dua puluh empat jam, dapat didi dik secara serius untuk mengikuti program harian, bulanan, semnes teran, dan tahunan yang mengacu kepada visi dan misi diatas. Untuk menerapkan semua aktifitas di atas, Darunnajah menyandarkan pada fitur-fitur yang menjadi akar filosofis sebagai pijakan untuk bergerak. Fitur-fitur Darunnajah dalam membentuk pola pikir para guru dan santri ada lima hal penting. Yaitu pola pikir (fikrah), agama atau fitrah (Sibghah), garis besar (Khittah), aktifitas (Ansyithah), dan evaluasi (Tatbiq). Para guru dan santri dijelaskan tujuan dan landasan semua aktifitas yang dikerjakan. Selain itu, juga diber- ikan gambaran apa saja asas man faat yang akan diterima dari kegia- tan itu. Sehingga akan terbentuk pola pikir positif dalam mengikuti program pesantren. Ia tidak mera sa sia-sia saat melakukannya. Para Lima hal penti santri juga dididik dengan pola pendidikan yang islami. Setiap individu dibentuk untuk memili ki pribadi yang memiliki identitas diri. Mereka diwarnai dengan wa cana dan lingkungan yang positif sehingga menjadi seseorang Muslim yang mampu menjalankan Syariat Islam sebagai jalan hidup. Selama berada di pesantren, para santri disiapkan kegiatan yang ter struktur sesuai porsi jadwal yang ada. Mereka melakukan kegiatan dengan bimbingan para guru baik dalam kegiatan akademis maupun non-akademis. Para santri secara bersama-sama melakukan aktifit as rutin digerakkan oleh mereka sendiri melalui pendampingan para Murabbi/yah di asrama. Pada akhir setiap kegiatan yang mereka jalani, ada evaluasi yang menjadi catatan penting untuk perbaikan program berikutnya.

    4. MANAJEMEN TMI (TARBIYATUL MU’ALLIMIN WAL MU’ALLIMAT AL-ISLAMIYAH) DARUNNAJAH
    Sistem pendidikan Pondok Pesantren Darunnajah disebut dengan Tarbiyatul Mu’allimin wal Mu’allimat al-islamiyah (TMI) selama 6 (enam) tahun yang setara dengan Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah. Pada jenjang menengah atas, para santri dapat memilih jenjang pendidikan: Madrasah Aliyah (Program Studi IPS dan Keagamaan) dan Sekolah Menengah Atas (Program Studi IPA).Semua jenjang pendidikan MTS, MA dan SMA sudah terakreditasi A.Sejak tahun 1989, TMI Darunnajah dapatkan Mu’adalah (Persamaan) dari Universitas Islam Madinah Saudi Arab, Al-Azhar Mesir, IIUI Pakistan, serta pengakuan dari Kementrian Pendidikan Nasional RI sebagai lembaga setara SMA, serta menjalin kemitraan Australia, Amerika dan Eropa dalam bentuk pertukaran Guru dan Murid serta Program lainnya.


    5. MANAJEMEN TATAUSAHA ALIYAH PONDOK PESANTREN DARUNNAJAH
    Tata usaha Sekolah merupakan unit kerja yang mengelola pelaksanaan administrasi di sekolah. termasuk administrasi pendidikan, administrasi kepegawaian, organisasi, tataklasana, pengelolaan keuangan.

    Tata Usaha Sekolah dilaksanakan oleh tenaga pendidik sebagai pelaksana pengelolaan administrasi juga informasi sekolah baik internal maupun eksternal.

    Dalam pelaksanaannya perlu dilakukan dengan akurat dan teliti. dengan itu, maka pelayanan yang diberikan sekolah pada warga sekolah baik siswa, wali murid, guru maupun masyarakat semakin baik.

    6. MANAJEMEN TATAUSAHA KEUANGAN DARUNNAJAH
    Setiap lembaga baik itu profit maupun non prioritas tentu nya membutuhkan sebuah laporan keuangan, Termasuk pondok pesantren Darunnajah.

    Laporan keuangan didefinisikan sebagai pencatatan transaksi atau pergerakan keuangan yang terjadi dalam suatu perusahaan. Dimana umumnya sistem pengelolaan tersebut dilakukan dalam jangka waktu tertentu tergantung pada kebutuhan dan kebijakan bisnis.

    Sebuah laporan keuangan diperlukan untuk mengetahui arus kas atau keluar masuknya uang agar terinci dan dapat dilaporkan secara transparan. Begitupun dengan Pondok Pesantren Darunnajah, Pondok Pesantren Darunnajah sangat memperhatikan sirkulasi keuangan yang beredar di pondok pesantren Darunnajah yang di awasi langsung oleh bagian AUDIT, yang bertugas untuk mengawasi dan memeriksa seluruh sirkulasi keuangan di pondok pesantren Darunnajah.