LDK Universitas Darunnajah mengadakan Pelatihan Kader Dakwah (PKD)

0
197

PELATIHAN KADER DAKWAH (PKD)

Pada Hari Jum’at, 18 November 2022. Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Universitas Darunnajah mengadakan kegiatan Pelatihan Kader Dakwah (PKD) yang diselenggarakan di Universitas Darunnajah, Jakarta Selatan.

Dihadiri oleh 30 mahasiwa Universitas Darunnajah semester 1, 3 dan 5. Kegiatan ini diawali dengan Sambutan Ketua Umum Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Universitas Darunnajah yakni Kak Rivaldi Sholehudin dan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh 4 pemateri.

Materi Pertama disampaikan oleh Ustadz Abudzar Al-Ghifari, M.A, dengan tema “Fiqhul Dakwah” . Beliau menyampaikan sedikit argumen dari Dr. Yusuf Al Qaradhawi mengenai Ijtihad. Ijtihad yang diserukan Syeikh Yȗsuf Al Qaradhȃwȋ pada saat ini bukan berarti dimulai dari nol dan membuang pendapat Ulama terdahulu. Sebab ini merupakan penghancuran bukan ijtihad menurut Syeikh Yȗsuf al Qaradhȃwȋ. Ini merupakan sikap semena-mena yang sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Adapun bentuk ijtihad yang diinginkan oleh Yȗsuf Al Qaradhȃwȋ, yaitu ;
1. Dalam bentuk yurisprudensi fikih (memasukkan hukum-hukum Islam ke dalam hukum-hukum perundang-undangan negara).
2. Dalam bentuk fatwa. Contohnya ialah dengan mengeluarkan fatwa dalam masalah yang memerlukan fatwa yang perlu dipaparkan oleh spesialisnya. Jika di Mesir dapat ditemukan seperti lembaga fatwa negara Mesir ( Darul Iftha Al Mishriyyah).
3. Dalam bentuk penelitian, yaitu dalam bidang penelitian dan studi Islam. Hal ini meliputi dalam menulis buku-buku studi Islam yang ditulis oleh pakarnya, ataupun Tesis maupun Disertasi Doktor.

Materi Kedua disampaikan oleh Ustadz Hendro Risbiyantoro, M.S, dengan tema “Problematika Umat”. Beliau mengatakan bahwa di era yang serba ada dan canggih ini, manusia dibawa kepada peradaban baru dengan teknologi mutakhir. Kehidupan pun terjadi banyak perubahan dalam berbagai bidang, seperti bidang sosial, ekonomi, budaya, politik, dan lain-lain yang bisa merubah cara pandang manusia. Hal itu juga banyak menjauhkan manusia dari moral yang baik dan nilai-nilai luhur agama maupun budaya. Ada beberapa problematika yang beliau sebutkan, diantaranya ; 1) Problematika Masyarakat Modern, 2) Problematika Digital, 3) Desakralisasi Agama, 4) Salah Pemahaman dan Taqlid A’ma.

Selama ini ada kekacauan paradigma dalam dakwah kita, baik secara bil-lisan maupun dakwah secara bil-hal. Sementara Proses dakwah selama ini cenderung mengarah pada konsep komunikasi ala perbankkan, di mana masyarakat diibaratkan sebagai wadah kosong yang harus diisi dengan perangkat keyakinan serta nilai moral dan praktek kehidupan agar disimpan juga dikeluarkan sewaktu  dibutuhkan.

Maka dari itu, beliau memberikan arahan kepada kami para pendakwah bahwa, “Sudah saatnya kita membangun konsep paradigma dakwah yang mampu untuk menjawab tantangan dan hambatan dimasa mendatang misalnya meletakkan Paradigma Tauhid dalam proses dakwah, adanya perubahan masyarakat tentang pemahaman agama yang mereka yakini dan adanya strategi yang imperative dalam dakwah, artinya memiliki kemampuan menangkap tanda-tanda zaman saat ini”.

Seminar Ketiga disampaikan oleh Ustadz Nesa Novrizal, S.Pd dengan tema “Kepemimpinan Da’i” . Beliau menyampaikan bahwa Kepemimpinan Da’i merupakan suatu kemampuan yang dimiliki oleh Da’i untuk mempengaruhi perilaku orang lain sesuai yang diinginkan oleh Da’i yang tentunya berdasarkan Qur’an dan sunnah. Disampaikan juga, bahwa seorang Da’i memiliki beberapa fungsi pokok, yaitu ; 1) Teladan, 2) Pemersatu atau Penengah, 3) Penasehat

Dalam Al-Quran Surat Al-Muddatsir ayat 1-7 , dijelaskan tentang bekal yang harus dimiliki oleh para Da’i.
1. Ibadah Kepada Allah
2. Menjaga Penampilan dan Kebersihan
3. Akhlak (Allah, Manusia dan Lingkungan)
4. Sabar

Beliau pun memaparkan tentang macam-macam metode dakwah yang terdapat dalam Surah An-Nahl ayat 125, yaitu ;
1. Metode Hikmah, berarti mengajak (amar ma’ruf nahi munkar) dengan bahasa yang paling sederhana (Bilisani qoumih)
2. Metode Mauidzoh Hasanah, berarti mengajak/menasehati dengan melihat situasi dan kondisi objeknya.
3. Metode Mujadalah, berarti berdiskusi dengan menggunakan dalil dalil ilmiah sehingga menguatkan pendapatnya.

Keesokan harinya, pada hari Sabtu, 19 November 2022. Materi Keempat disampaikan oleh Kak Moh. Fariz Dzikrul dengan tema “Dakwah Digital” . Beliau menyampaikan bahwa dakwah adalah sebuah metode menyebarkan informasi tentang ajaran islam dengan tujuan merubah sikap dan tingkah laku seseorang agar lebih positif. Dimensi perubahan kearah kemajuan atau positif adalah karakteristik dasar yang memang menjadi acuan dalam kajian dakwah. Dahulu dakwah Islam dilakukan secara sederhana dengan mendatangi rumah ke rumah untuk memberikan materi pendidikan islam, saat ini aktivitas dakwah dilakukan dengan beragam metode, strategis, dan media. Dengan kemajuan dan kecanggihan alat-alat serta media komunikasi yang ada, sekarang konten dakwah ggenerasi milenial harus banyak unsur virtualnya.

Generasi milenial yang ketergantungan pada teknologi dan massif menggunakan laptop, ipad, teleponpintar, TELEVISI, dsb tiap harinya menjadikan media sosial sebagai bagian yang sangat penting dalam koneksi sosial. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu dalam sehari bersama perangkat teknologi digital dan beragam aplikasi daripada dengan teman atau anggota keluarga. Inilah yang dimanfaatkan oleh beberapa komunitas atau grup keagamaan untuk menyebarkan dakwah.

Berbagai informasi yang didapat remaja milenial berasal dari Web, Instagram, Facebook, Youtube, dan lain-lain. Dengan banyaknya ragam sarana teknologi digital seperti Web, Instagram, Facebook, Youtube, dan lain-lain maka para pendakwah dituntut agar lebih kreatif dalam membuat konten untuk dimasukkan kedalam sarana teknologi digital tersebut. Berdakwah melalui teknologi digital merupakan salah satu media komunikasi yang sedang fenomenal di kalangan remaja milenial sekarang ini. Kita ketahui sekarang banyak bermunculan pendakwah-pendakwah kaum remaja milenial yang memanfaatkan teknologi internet untuk menunjukan bakatnya di bidang dakwah.

Oleh karena itu perkembangan teknologi saat ini berkembang dengan pesat, memberikan dampak besar bagi yang menggunakan teknologi disetiap kesehariannya, seperti kaum remaja zaman sekarang yang tidak bisa melepaskan gadget dari tangannya, gadget bisa bermanfaat jika ditangan orang yang tepat dan dimanfaatkan dengan baik seperti para penyebar kebaikan melalui gadget yakni pendakwah. Pendakwah akan menggunakan tekhnologi yang bisa memudahkan penyebaran pesan-pesan dakwah ke suluruh penjuru dunia. Pada media baru pendakwah juga menitik fokuskan bagaimana cara membuat konten yang menarik untuk diberikan kepada khalayak melalui media baru tersebut. Apalagi di era milenial ini masyarakat dihadapkan pada problematika kehidupan yang kompleks. Dan generasi milenial harus memanfaatkan media modern serta mengembangkan metode yang digunakan untuk berdakwah agar dakwahnya dapat diterima semua orang.

Sekian dan terima kasih

____________________________
Official Account University of Darunnajah:
Penerimaanwww.darunnajah.ac.id/pmb
Instagram@univ.darunnajah
YouTube : Universitas Darunnajah
FacebookUniversitas Darunnajah Jakarta
TiktokUniversitas darunnajah
Maps Darunnajah : Universitas Darunnajah
Whatsapp081222001443081240001302
Websitewww.darunnajah.ac.id