Alasan Dibalik Ketertarikan Terhadap Indonesia

0
54

Jakarta, Universitas Darunnajah kedatangan tamu dari Keio University Jepang, kunjungan ini bertujuan untuk mengenal dan belajar tentang Indonesia, termasuk Bahasa Indonesia.

(14/03) rombongan 17 mahasiswa Shonan Fujisawa Campus (SFC) Keio University sampai di Pondok Pesantren Darunnajah, didampingi oleh Prof.Yo Nunaka selaku dosen dan  penanggung jawab.

Keio University merupakan perguruan tinggi tertua di Jepang. Terdapat 10 fakultas di dalamnya, yang didirikan oleh Yukichi Fukuzawa pada tahun 1858 M. Salah satunya adalah Shonan Fujisawa Campus (SFC), Shonan Fujisawa Campus (SFC) sendiri menawarkan banyak program sarjana dan pascasarjana dalam berbagai bidang termasuk ilmu komputer, desaign, psikologi, seni, bahasa, dan studi internasional.

” Saya ingin mengetahui kehidupan santri, konon katanya mereka dapat mengaplikasikan pengetahuan yang didapat di dalam kelas dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan dalam budaya Jepang, mereka memberikan sekat antara belajar dan bekerja yang seharusnya itu tida bisa dipisahkan satu sama lain” Ucap salah seorang mahasiswa Keio University yang berinisial RU.

Keinginan itulah yang membuat RU semangat serta sangat antusias dalam mempelajari bahasa Indonesia.

Hal tersebut juga didukung oleh program -program yang terdapat di Shonan Fujisawa Campus (SFC). Sehingga tidak sedikit dari mahasiswa Universitas Keio yang berminat mendalami bahasa Indonesia.

RU mahasiswa Keio University memulai pembelajaran bahasa Indonesia lima tahun lamanya, hingga saat ini ia cukup lancar berbahasa Indonesia.

Ada banyak macam alasan yang mahasiswa Keio University ungkapkan tentang Indonesia, terutama tentang bahasa Indonesia. Bahwasannya bahasa Indonesia itu mudah untuk dipelajarai, cita rasa makanan  Indonesia sangat khas, masyarakat bangsa Indonesia yang ramah, dan sebanyak hal itu pula yang menjadi daya tarik tersendiri dari bangsa Indonesia.

Antusiasme mahasiswa Keio University dan mahasiswa Universitas Darunnajah sangat terpancar saat silaturahim ini.

Terlihat ketika para mahasiswa Keio University mempresentasikan budaya Jepang menggunakan bahasa Indonesia. Sedangkan para mahasiswa Universitas Darunnajah, sangat antusias ketika mengikuti gerakan tarian tradisonal (So-ran Bushi) dan bernyanyi lagu bahasa Jepang Stand By Me yang dipimpin oleh mahasiswa Keio University sendiri.

Penampilan Tarian Tradisonal Jepang

Dalama acara silaturahim kali ini, dihadiri oleh salah seorang Dewan Nadzir, KH.Dr. Musthafa Hadi Chirzin dan Wakil Rektor III, Ustad Hendro Risbiyantoro, M.S.

Beliau menyampaikan sambutannya dan sedikit menjelaskan tentang pesantren di Indonesia secara umum, khususnya tentang Pondok Pesantren Darunnajah. (ZF)