Kolaborasi dengan Universitas Darunnajah, Peneliti Sophia University Jepang Telusuri Budaya Sekolah dan Relasi Gender di Pesantren Darunnajah

Kolaborasi dengan Universitas Darunnajah, Peneliti Sophia University Jepang Telusuri Budaya Sekolah dan Relasi Gender di Pesantren Darunnajah
Kolaborasi dengan Universitas Darunnajah, Peneliti Sophia University Jepang Telusuri Budaya Sekolah dan Relasi Gender di Pesantren Darunnajah

Jakarta — Bekerja sama dengan Universitas Darunnajah, Prof. Dr. Hiroko Kushimoto, guru besar Fakultas Studi Global Sophia University, Tokyo, melaksanakan kunjungan penelitian ke Pondok Pesantren Darunnajah pada Selasa, 18 Agustus 2026. Kunjungan ini juga bersama Mr Yoshihiko Shibata dari Tokyo Metropolitan Mitaka Secondary School, sekolah menengah terpadu di bawah naungan Pemerintah Metropolitan Tokyo.

Penelitian yang menjadi pangkal kunjungan ini bertajuk Gender Differences in Southeast Asian Muslim Society and Japanese School Culture — Perbedaan Gender dalam Masyarakat Muslim Asia Tenggara dan Budaya Sekolah Jepang. Riset tersebut memotret karakteristik budaya sekolah di tiga negara, yakni Indonesia, Malaysia, dan Jepang, sekaligus menelusuri bagaimana guru dan siswa memaknai perbedaan gender di lingkungan pendidikan masing-masing. Pada konteks Indonesia dan Malaysia, pemaknaan itu dibaca dalam bingkai perspektif Islam.

Kolaborasi dengan Universitas Darunnajah, Peneliti Sophia University Jepang Telusuri Budaya Sekolah dan Relasi Gender di Pesantren Darunnajah

Sepanjang kunjungan, tim peneliti mewawancarai lima orang guru untuk menggali perspektif mereka mengenai budaya sekolah dan praktik pendidikan sehari-hari. Wawancara dilengkapi observasi langsung terhadap kegiatan pesantren sebagai bentuk pengamatan akademik atas praktik pembelajaran dan pertukaran budaya pendidikan.

Rangkaian kunjungan juga mencakup Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar Islam Darunnajah. Pilihan ini punya alasannya: di jenjang paling awal itulah kebiasaan, cara berinteraksi, dan pemahaman anak tentang dirinya mulai terbentuk — jauh sebelum ia mampu merumuskannya dalam kata-kata. Tim peneliti mengamati bagaimana kegiatan belajar berlangsung, bagaimana guru memperlakukan anak laki-laki dan perempuan, serta bagaimana nilai-nilai keislaman ditanamkan lewat rutinitas yang tampak sederhana.

Kolaborasi dengan Universitas Darunnajah, Peneliti Sophia University Jepang Telusuri Budaya Sekolah dan Relasi Gender di Pesantren Darunnajah

Pesantren sendiri dipilih sebagai lokus pengamatan karena menawarkan sesuatu yang sulit ditemukan pada sekolah reguler: pendidikan yang berlangsung dua puluh empat jam, dengan asrama, ibadah, organisasi santri, dan ruang kelas yang saling menyambung dalam satu tarikan napas. Di Darunnajah, pemisahan lingkungan belajar santri putra dan santri putri bukan sekadar aturan administratif, melainkan bagian dari tata nilai yang punya rujukan dan penjelasannya sendiri. Bagi peneliti dari Jepang, tempat kultur sekolahnya berkembang dengan asumsi yang berbeda, hal seperti ini menjadi titik masuk yang menarik.

Kolaborasi dengan Universitas Darunnajah, Peneliti Sophia University Jepang Telusuri Budaya Sekolah dan Relasi Gender di Pesantren Darunnajah

Mewakili Universitas Darunnajah, Dekan Fakultas Agama Islam Duna Izfanna, M.Ed., Ph.D., bersama Rahman Saktiawan, M.Psi. dan Siti Nurhidayah, M.Pd. mendampingi tim peneliti sekaligus membuka ruang diskusi akademik yang berjalan di sela-sela agenda formal. Kolaborasi semacam ini berkaitan dengan keilmuan Fakultas Agama Islam. Kajian tentang budaya sekolah dan tata kelola lembaga pendidikan merupakan lahan garapan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, sementara observasi di jenjang taman kanak-kanak dan sekolah dasar beririsan dengan Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Sophia University dikenal sebagai perguruan tinggi Jepang dengan tradisi kajian pendidikan Asia yang mapan. Perhatiannya selama ini tertuju pada budaya sekolah dan praktik pendidikan di kawasan ini secara luas.

Kunjungan sehari itu ditutup dengan penandatanganan berita acara dan kesepakatan untuk melanjutkan program lanjutan. Kedua peneliti bersama Universitas Darunnajah menyusun rencana penelitian lanjutan pada akhir 2026 dan program student mobility bersama mahasiswa Universitas Darunnajah. Bagi mahasiswa UDN, agenda itu berarti kesempatan belajar, berbagi pengalaman, dan berkolaborasi dengan mahasiswa luar negeri.