Perkuat Literasi Digital Islami, UiTM Gandeng Universitas Darunnajah Bahas Tantangan Ideologi di Era Digital

Perkuat Literasi Digital Islami, UiTM Gandeng Universitas Darunnajah Bahas Tantangan Ideologi di Era Digital
Perkuat Literasi Digital Islami, UiTM Gandeng Universitas Darunnajah Bahas Tantangan Ideologi di Era Digital

Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia bersama Universitas Darunnajah Indonesia resmi melaksanakan kegiatan akademik bertajuk “Minda Berfikir, Jiwa Beriman: Cabaran Ideologi Dalam Era Digital” pada Jumat, 5 Desember 2025. Program ini digelar secara daring melalui platform Google Meet untuk memberikan akses seluas-luasnya kepada peserta dari berbagai wilayah.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Akademi Pengajian Islam Kontemporari UiTM sebagai bagian dari mata kuliah CTU 552 yang membahas isu-isu kontemporer dalam perspektif keislaman. Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkuat kesiapan intelektual dan spiritual generasi muda dalam menghadapi tantangan ideologi di era digital.

Narasumber utama acara adalah Dr. Muhammad Irfanudin Kurniawan, M.Ag., dosen sekaligus peneliti dari Universitas Darunnajah. Beliau menyampaikan pemaparan mendalam mengenai dinamika ideologi yang berkembang pesat melalui media digital dan dampaknya terhadap pola pikir masyarakat Muslim.

Perkuat Literasi Digital Islami, UiTM Gandeng Universitas Darunnajah Bahas Tantangan Ideologi di Era Digital

Dalam penyampaiannya, Dr. Irfanudin menekankan pentingnya kemampuan literasi digital yang berlandaskan nilai keimanan untuk menghadapi derasnya informasi global. Ia juga menjelaskan bagaimana ideologi-ideologi baru dapat memengaruhi akhlak dan identitas generasi muda jika tidak disikapi dengan kritis.

Program ini turut dihadiri oleh jajaran akademisi UiTM, yaitu Dr. Fadziani Yaakub, Dr. Shofiyyah Moidin, Dr. Nurzahidah Bt Haji Jaapar, serta Puan Nurul Hasanah Tamili. Kehadiran para dosen tersebut menjadi bentuk dukungan institusi terhadap upaya memperluas wawasan mahasiswa melalui kolaborasi internasional.

Kerja sama antara UiTM dan Universitas Darunnajah ini dinilai sebagai langkah penting dalam memperkuat hubungan akademik Malaysia–Indonesia. Kedua institusi berharap kolaborasi semacam ini dapat menjadi ruang pertukaran ilmu dan perspektif yang lebih intens di masa mendatang.

Kegiatan yang berlangsung selama satu jam ini berjalan interaktif dengan sesi tanya jawab antara narasumber dan peserta. Antusiasme peserta menunjukkan besarnya kebutuhan mahasiswa terhadap kajian keislaman yang relevan dengan perkembangan zaman.

Dengan terselenggaranya program ini, kedua universitas menegaskan komitmen mereka dalam membentuk generasi yang berfikir kritis, berakhlak kuat, dan mampu menavigasi dunia digital dengan bijaksana. Acara ditutup dengan harapan agar kerja sama akademik terus berkembang dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas.