Pembukaan Pelatihan Admin Pengelola Website dan Media Sosial Pondok Pesantren Darunnajah  

Pembukaan Pelatihan Admin Pengelola Website dan Media Sosial Pondok Pesantren Darunnajah  
Pembukaan Pelatihan Admin Pengelola Website dan Media Sosial Pondok Pesantren Darunnajah  

Cipanas, 20 November 2025 — Para admin pengelola pesantren dari berbagai daerah berkumpul dalam Pelatihan Admin Pengelola Website dan Media yang berlangsung pada 20–22 November 2025. Pelatihan ini menjadi ajang konsolidasi penting bagi admin pesantren pusat dan cabang yang selama ini berada di Admin pengelola website. Acara ini terselenggara berkat dukungan dari Departemen KUMAS, Departemen SDM, dan tim Publikasi Dokumentasi. Pembukaan yang dimulai oleh, Ustadz Dr. Musthofa Zahir, Lc., M.A. selaku Pimpinan Darunnajah 2 Cipining, memberi sambutan tentang :

  • Sejarah Tim Publikasi Darunnajah Darunnajah

memiliki sejarah panjang dalam publikasi digital, bahkan termasuk pelopor di bidang ini. Website Darunnajah (darunaja.com) telah beroperasi sejak awal tahun 2001, pada masa ketika website masih sangat jarang di Indonesia. Pada tahun 2004, tim publikasi mulai terbentuk dengan tokoh-tokoh seperti Ustadz Husni, Ustadz Azrul Razmani.

Selama bertahun-tahun, Darunnajah tidak hanya melakukan publikasi internal, tetapi juga rutin mengadakan pelatihan untuk pesantren-pesantren lain di Indonesia. Bahkan pernah melatih hampir 500 pesantren dalam dua gelombang pelatihan yang berdampak luar biasa bagi kemajuan publikasi pesantren-pesantren tersebut. Dalam analisanya,

Dalam forum tersebut, Ustadz Dr. Musthofa Zahir, Lc., M.A. mendorong pengelola admin website pusat dan pesantren untuk peningkatan mahasiswa ataupun santri yg ada pada universitas darunnajah dan Pondok pesantren darunnajah.

  • Tujuan Utama Tim Publikasi

Tujuan utama tim publikasi sangat sederhana namun memiliki dampak luar biasa, yaitu memperbanyak jumlah santri. Dengan santri yang banyak, pesantren akan semakin maju, termotivasi, dan berkembang pesat. Sebaliknya, pesantren dengan santri sedikit akan mengalami penurunan semangat dan pembangunan yang lambat.

Fakta menunjukkan bahwa tren penurunan jumlah santri telah terjadi secara nasional, tidak hanya di pesantren tetapi juga di sekolah-sekolah umum dan pemerintah. Berbagai analisis menyebutkan faktor-faktor seperti penurunan jumlah kelahiran, penurunan taraf ekonomi, dan kesadaran pendidikan karakter. Menghadapi situasi ini, generasi sekarang harus berusaha lebih keras daripada generasi sebelumnya.

Dan untuk harapannya, generasi sekarang dapat berbuat lebih baik daripada generasi sebelumnya. Dengan skill yang sudah lebih mumpuni karena terbiasa dengan teknologi sejak lahir, ditambah dengan pelatihan yang sistematis, tim publikasi Darunnajah diharapkan dapat terus menjadi contoh bagi pesantren-pesantren lain dan membawa kemajuan bagi lembaga serta masyarakat luas.