Saat Orang-Orang Berkumpul untuk Didengar

Saat Orang-Orang Berkumpul untuk Didengar
Saat Orang-Orang Berkumpul untuk Didengar

Pernahkah kamu melihat kerumunan orang di jalanan, membawa poster, berteriak lantang, atau duduk bersama menuntut perubahan? Itulah unjuk rasa, sebuah cara masyarakat menyampaikan suara mereka ketika kata-kata di ruang resmi terasa tidak cukup. Bagi sebagian orang, aksi di jalanan hanyalah keramaian. Namun, bagi banyak rakyat, itu adalah bahasa jujur yang mewakili keresahan dan harapan.

Bagi remaja, fenomena ini menarik karena menunjukkan betapa pentingnya keberanian dalam menyampaikan pendapat. Tidak sedikit anak muda yang ikut turun tangan, bukan hanya karena marah, tetapi karena mereka peduli. Mereka percaya, perubahan hanya bisa lahir ketika suara rakyat benar-benar didengar.

Dalam Islam, menyampaikan aspirasi dan mengingatkan pemimpin adalah bagian dari amar ma’ruf nahi munkar. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika tidak mampu juga, maka dengan hatinya, dan yang demikian itu adalah selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim).

Hadis ini menunjukkan bahwa menyampaikan kebenaran tidak selalu harus dilakukan dengan kekerasan, melainkan dengan cara yang bijak. Para ulama pun menekankan pentingnya menjaga adab dalam menyuarakan pendapat. Imam Al-Ghazali pernah berpesan bahwa menegakkan kebenaran harus dilakukan dengan hikmah, bukan emosi semata.

Unjuk rasa, jika dilakukan dengan damai, bisa menjadi simbol persatuan. Ia bukan sekadar teriakan di jalanan, melainkan sebuah pengingat bahwa masyarakat punya hak untuk didengar.

Sebagai remaja, kita bisa belajar bahwa menyampaikan pendapat itu penting, tapi harus tetap santun, bijak, dan mengedepankan kepentingan bersama. Karena sejatinya, suara rakyat adalah suara kehidupan — dan kehidupan akan lebih indah bila diwarnai keadilan serta kepedulian satu sama lain.

Penulis: Rain Surya Leksana

✨Rooted in tradition, leading in education✨

Link Pendaftaran: pendaftaran.darunnajah.ac.id

Follow Us:
Instagram: @univ.darunnajah
Facebook: Universitas Darunnajah Jakarta
Tiktok: univ_darunnajah

Add Universitas Darunnajah as a preferred source on Google.