Jakarta, 28 Juli 2025 – Acara Dewas Menyapa Indonesia dengan tema “Indonesia Incorporated: Quo Vadis Arah Dunia Usaha di Ujung PHK” sukses digelar di Auditorium BRIN, Jakarta Pusat. Acara yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB ini membahas dampak besar PHK terhadap ekonomi, peluang kerja, dan daya saing dunia usaha di era digital.
Delegasi dari Universitas Darunnajah juga hadir berpartisipasi dalam acara ini untuk terlibat dalam jalannya diskusi. Dr. Samiyono, M.Pd, Wakil Rektor II, bersama dengan Miftah Ahmad, M.A, Asro, M.Pd, dan Alfikrul Akbar, M.H turut menghadiri acara untuk mendapatkan wawasan dan informasi terbaru mengenai dinamika ketenagakerjaan dan tantangan yang dihadapi dunia usaha Indonesia.
Keynote speech pertama diberikan oleh Prof. Dr. Yusriell dari Kementerian Ketenagakerjaan yang menggarisbawahi pentingnya adaptasi dunia kerja terhadap teknologi digital. Ia menekankan bahwa tenaga kerja Indonesia harus siap bertransformasi melalui keterampilan digital guna menghadapi era Industri 4.0 yang semakin berkembang.
Muh. Zuhri Bahri, Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, turut membuka sesi dengan menekankan pentingnya perlindungan jaminan sosial dalam dunia kerja. Beliau menjelaskan bahwa BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen melindungi pekerja, baik yang formal maupun informal, agar mereka tetap mendapatkan hak sosial di tengah tantangan ekonomi.

Shinta Kamdani, CEO APINDO, menjelaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta untuk membuka peluang lapangan kerja baru. Ia menyoroti bahwa transformasi digital membutuhkan kerjasama yang erat agar sektor usaha dapat beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan yang ada.
Panel diskusi pertama membahas Dampak PHK terhadap Pelemahan Ekonomi yang dipandu oleh Dra. Indah Anggoro. Dalam sesi ini, pembicara seperti Prof. Nurung dan Bob Azam membahas bagaimana PHK massal dapat mengurangi daya saing usaha, terutama di sektor UMKM yang sangat bergantung pada tenaga kerja.
Sesi kedua, yang mengangkat topik Dinamika, Pola, dan Hubungan Kerja Baru Pasca PHK, menghadirkan pembicara seperti Sebchan Gotot dan Dr. Yunus Triyono. Mereka membahas fenomena pekerja gig economy dan bagaimana dunia kerja bertransformasi di era digital dengan fleksibilitas dan teknologi berbasis aplikasi.
Acara ini ditutup dengan harapan bahwa kolaborasi antara berbagai pihak akan menciptakan solusi berkelanjutan dalam menghadapi tantangan PHK dan mengoptimalkan potensi tenaga kerja di era digital.
Penulis: Akbar




